Kegiatan kunjungan pabrik Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)
Awalnya, jantungku berdebar sangat kencang lantaran merasa gugup. Namun, rasa gugup itu langsung berganti menjadi senyuman nan tersungging lebar di wajahku. Alhamdulillah! Akhirnya hari nan dinanti tiba juga. Aku terpilih menjadi salah satu Reporter Cilik (Repcil) Media Indonesia nan berkesempatan untuk berjamu dan mewawancarai langsung tim dahsyat dari PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Kota Bandung pada Senin, 24 Agustus 2026.
Hari itu, udara di sekitar area PT DI berembus dengan sangat tenang seolah ikut menyambut kehadiran kami. Aku ceritakan ya, apa saja sih aktivitas seru nan dilakukan para kandidat Reporter Cilik selama berada di dalam pabrik pesawat terbesar ini?
Yuk, baca dan simak ceritaku dengan seksama, teman-teman!
Setelah mengikuti aktivitas pembukaan nan meriah di Auditorium B.J. Habibie, kami langsung digiring menuju sebuah bus Bandros berwarna merah menyala milik DI Edutainment. Asyiknya! Kami bisa mencoba menaiki bus ikonik Kota Bandung ini. Uniknya, bus Bandros tersebut rupanya dibuat unik oleh karya tangan anak bangsa dengan memanfaatkan daur ulang bahan-bahan pesawat nan sudah tidak terpakai lagi. Keren sekali, ya!
Bus Bandros merah kami kemudian berakhir di pemberhentian pertama, ialah Gedung Mock-Up. Tempat ini berisi beberapa replika dan maket pesawat dalam ukuran kecil. Di sana, seorang pemandu dari jejeran PT DI mulai menjelaskan secara perincian tentang beragam jenis pesawat hasil produksi PT DI. Wah, kejutan seru pun tiba! Di sana terdapat sebuah pesawat N219 utuh nan kami perkenankan untuk masuk ke dalamnya. Kami semua berebut masuk ke bagian kokpit dan mencoba duduk di bangku kemudi layaknya seorang pilot sungguhan. Seru sekali rasanya!
Puas bermain di kokpit, bus Bandros merah kami kembali melenggang membelah area pabrik menuju tempat selanjutnya, ialah area hangar. Di tempat perakitan pesawat original ini, kami bersiap melakukan tugas jurnalistik untuk mewawancarai salah satu staf dari PT DI nan berjulukan Kak Ricky Fadhillah. Sebelum mulai bertanya, saya terlebih dulu menyampaikan salam dengan sopan dan memperkenalkan diriku kepada beliau.
Seorang kawan dari golongan Reporter Cilik memulai pertanyaan pertama mengenai pekerjaan sehari-hari dan di bagian apa Kak Ricky bertugas. Kak Ricky menceritakan bahwa dia berada di bagian ME (Manufacturing Engineering). Tugas utamanya sehari-hari adalah menyusun perencanaan teknis untuk perakitan pesawat serta menentukan standar waktu penyelesaian agar pesanan dari para pengguna (customer) bisa selesai tepat waktu.
Giliran saya nan mengusulkan pertanyaan mengenai perangkat kerja nan sehari-hari dia gunakan. Kak Ricky menjelaskan bahwa dia lebih sering menghabiskan waktu bekerja di depan komputer dengan menggunakan perangkat lunak (tool) unik seperti SAP dan Microsoft Office. Beliau juga bercerita bahwa alasannya berkeinginan bekerja di bagian ME adalah lantaran sejak mini dia memang sangat menyukai hal-hal nan berasosiasi dengan bumi merakit dan membikin perencanaan.
Sembari mendengarkan penjelasan, mataku mulai memperhatikan keadaan di sekeliling hangar. Wah, pemandangan di dalam gedung ini sungguh luar biasa! Memang benar, ada banyak sekali pesawat nan sedang dirakit di sana, apalagi beberapa di antaranya sudah memasuki tahap penyelesaian akhir (final assembly).
Sesi wawancara semakin seru saat seorang kawan Reporter Cilik mulai bertanya tentang perihal di luar pekerjaan teknis, “Apa pesan Kakak untuk anak-anak Indonesia nan mau bekerja di PT Dirgantara Indonesia?”
Kak Ricky menjawab dengan sangat antusias. Beliau berpesan bahwa jika mau bekerja di PT DI kelak, kita kudu mempunyai semangat belajar nan tinggi dan konsistensi nan kuat. Hal ini lantaran PT DI mempunyai peran nan sangat krusial bagi Indonesia. Tempat ini bukan hanya menjadi satu-satunya pabrik produksi pesawat di Indonesia, melainkan juga industri dirgantara tertua di Asia Tenggara nan sudah berdiri kokoh sejak tahun 1976. Wah, rupanya sudah lama sekali PT DI berdiri di tanah air kita ya, teman-teman! Fakta ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita sebagai rakyat Indonesia lantaran mempunyai pesawat nan diproduksi langsung di tanah air tercinta.
Setelah mengucapkan terima kasih dan menyampaikan salam penutup kepada narasumber, bus Bandros merah kami melenggang kembali menuju Auditorium B.J. Habibie. Selesai beristirahat, salat, dan makan siang (ishoma), kami kehadiran tamu nan sangat spesial, ialah jejeran dewan tertinggi PT DI. Hadir di tengah-tengah kami Ibu Dhias Widhiyati selaku Direktur Keuangan dan SDM, serta Bapak Dena Hendriana selaku Direktur Produksi PT DI.
Suasana di dalam auditorium langsung berjalan seru lantaran para Repcil berebut mengusulkan pertanyaan kritis kepada para kepala dalam sesi konvensi pers. Salah seorang kawan bertanya kepada Pak Dena mengenai pengembangan teknologi pesawat nan ramah lingkungan di masa depan.
Pak Dena kemudian menjelaskan bahwa PT DI saat ini memang sedang melakukan riset dan pengembangan teknologi bahan bakar ramah lingkungan berjulukan BioAvtur. Teknologi ini sebenarnya sudah pernah diuji coba pada tahun 2021 dengan hasil nan cukup baik. Namun menurut Pak Dena, sistem ini tetap memerlukan banyak pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut, sehingga saat ini belum ada pesawat hasil produksi massal PT DI nan sepenuhnya menggunakan teknologi BioAvtur tersebut. Wah, bayangkan gimana canggihnya ya jika di masa depan kelak sudah ada banyak pesawat terbang nan ramah lingkungan!
Pengalaman selama sehari menjadi Reporter Cilik di pabrik pesawat ini sungguh sangat mengasyikkan! Setelah sesi wawancara berbareng jejeran dewan selesai, kami semua berkumpul untuk mulai menulis laporan hasil liputan nan bakal dimuat di surat kabar Media Indonesia.
Melalui aktivitas berbobot ini, saya belajar banyak perihal tentang keberanian, kerja keras, dan kedirgantaraan. Terima kasih banyak kepada Media Indonesia dan PT Dirgantara Indonesia nan telah memberikan pengalaman nan tidak bakal pernah saya lupakan seumur hidup. Ingat ya teman-teman, sebagai Pelajar Pancasila nan pandai dan berintegritas, kita kudu terus berinovasi dan meningkatkan konsistensi dalam perihal apa pun nan kita pelajari. Jangan lupa untuk selalu menanamkan niat serta motivasi nan kuat di dalam diri agar kita bisa mencapai hasil nan terbaik demi masa depan bangsa! (X-6)

English (US) ·
Indonesian (ID) ·