Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan tren titik panas alias hotspot kebakaran rimba dan lahan (karhutla) mulai mengalami penurunan. Terutama di enam wilayah prioritas di Kalimantan dan Sumatera.
Klaim penurunan itu dikatakan Raja Juli sembari membeberkan info pemantauan satelit High Confidence Level (Terra/Aqua, SNPP, NOAA20) terbaru dihimpun Kementerian Kehutanan hingga Jumat (4/9/2026).
"Alhamdulillah tren hotspot menunjukkan penurunan terutama Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) nan selama ini menjadi sorotan," ujar Raja Juli saat kunjungan kerja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan info Kemenhut, ada sebanyak 14.665 titik panas terdeteksi di enam provinsi sepanjang periode 16 Agustus hingga 4 September 2026. Enam provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan akumulasi titik panas tertinggi, ialah mencapai 5.898 titik.
Kemudian Kalimantan Tengah dengan 5.707 titik dan Sumatera Selatan sebanyak 1.899 titik. Sementara tiga provinsi lain seperti Kalimantan Selatan tercatat mempunyai 732 titik panas, Jambi dengan 215 titik, dan Riau dengan 213 titik.
28 hingga 30 Agustus 2026 jadi periode dengan lonjakan titik panas paling signifikan, dengan puncak kondisi terjadi pada 29 Agustus 2026.
Di Kalimantan Tengah misalnya, terdapat 1.116 titik panas pada hari tersebut, nan juga menjadi nomor harian tertinggi selama periode pemantauan. Sementara di Kalimantan Barat, hotspotnyw tercatat hingga 899 titik.
Namun tren hotspot mulai menunjukkan penurunan ketika memasuki September. Sejak 1 hingga 4 September, nomor hotspot Kalbar terus menurun dari 859 titik hingga 126 titik saja.
Kalteng juga terbilang menurun dengan info terbaru sekitar 252 dari sebelumnya 623 titik. Namun di provinsi ini sempat mencatat kenaikan pada 3 September 2026 dengan berada di nomor 458 titik panas.
Pun begitu, tetap ada provinsi lain nan hotspotnya tetap tinggi. Terutama Sumatera Selatan, di mana trennya justru menunjukkan peningkatan secara konsisten dari 89 titik pada 1 September, hingga sekarang mencapai 249 titik panas pada 4 September 2026.
Berkaca dari info tersebut, Raja Juli mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla. Apalagi, ada kejadian El Nino nan membikin ancaman kekeringan ekstrem diproyeksikan memuncak pada akhir tahun (November–Desember 2026).
"Jadi secara umum memang trennya menurun selain Sumsel. Namun Kita tetap kudu waspada lantaran ini baru memasuki puncak kekeringan El Nino, nan bisa kita intensifkan modifikasi cuaca, water bombing, dan operasi satgas darat," ujar dia.
Titik panas kebakaran rimba dan lahan di 6 wilayah prioritas Kalimantan dan Sumatera per Jumat (4/9/2026):
Kalimantan Barat: 126 titik
Kalimantan Tengah: 252 titik
Sumatera Selatan: 249 titik
Kalimantan Selatan: 6 titik
Jambi: 0 titik
Riau: 33 titik
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·