Sugiono Resmi Dilantik Jadi Ketum PB IPSI: Lanjutkan Tongkat Estafet Prabowo

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono saat pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026-2030 di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. PB IPSI

Sugiono resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) masa hormat 2026-2030. Dia menyebut kepengurusan baru bakal melanjutkan tongkat estafet pembinaan pencak silat nan dipegang Presiden Prabowo Subianto.

Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar IPSI periode 2026-2030 tersebut digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/9).

Sugiono mengatakan kepengurusan nan dipimpinnya mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan pembinaan pencak silat nan selama ini dilakukan Prabowo.

“Kepengurusan ini melanjutkan tongkat estafet nan selama berdasawarsa dipegang, diampu, dibina dan dibimbing oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucap Sugiono dalam keterangan tertulis.

Sugiono mengatakan pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari budaya bangsa Indonesia. Karena itu, dia memastikan kepengurusan PB IPSI 2026-2030 bakal berupaya menjaga sekaligus mengembangkan pencak silat, baik dari sisi prestasi olahraga maupun pelestarian budaya.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono menyampaikan sambutan saat pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026-2030 di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. PB IPSI

Menurut Sekjen Gerindra itu, pembinaan pencak silat mempunyai peran nan lebih luas lantaran berangkaian dengan pembangunan bentuk dan karakter masyarakat Indonesia.

“Saya mengutip syair dari lagu Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Menurut saya, tidak berlebihan jika saya sampaikan pencak silat adalah media untuk membangun jiwa, badan seluruh rakyat Indonesia untuk kejayaan Indonesia Raya,” ucapnya.

Dia menilai tanggung jawab kepengurusan PB IPSI periode 2026-2030 bukan hanya mempertahankan prestasi nan telah diraih pencak silat Indonesia. Kepengurusan baru juga dinilai mempunyai misi untuk menjaga persatuan dan persaudaraan melalui olahraga bela diri tersebut.

Sugiono mengatakan pencak silat selama ini berkembang sebagai olahraga sekaligus sarana untuk membina persaudaraan dan persatuan. Karena itu, dia mau semangat tersebut tercermin dalam kepengurusan PB IPSI nan baru.

Salah satu sasaran nan mau didorong dalam kepengurusan 2026-2030 adalah membawa pencak silat ke arena olimpiade.

“Kerja sama dari semua unsur, kerjasama dari semua pimpinan, kerjasama dari seluruh masyarakat pencak silat, sangat-sangat-sangat kita butuhkan. Pencak silat ini selain olahraga juga merupakan sarana membina persaudaraan dan persatuan, oleh lantaran itu kita wujudkan persaudaraan dan persatuan tersebut dalam struktur PB IPSI 2026-2030,” ucap Sugiono.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono menyampaikan sambutan saat pengukuhan pengurus PB IPSI periode 2026-2030 di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Foto: Dok. PB IPSI

Sugiono pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PB IPSI nan bersedia terlibat dalam kepengurusan periode 2026-2030. Dia berambisi seluruh pengurus dapat bekerja berbareng meningkatkan reputasi dan prestasi pencak silat Indonesia.

Menurutnya, dedikasi pengurus dibutuhkan agar pencak silat semakin dikenal di tingkat bumi dan dapat turut mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi olahraga sekaligus kekayaan budaya.

“Bantuan, support bapak-bapak sekalian merupakan sesuatu nan tidak terhingga nan bisa kami utarakan dalam rangka membesarkan olahraga dan budaya nan sama-sama kita cintai,” ucap Sugiono.

“Dan semoga tanggung jawab nan besar, amanah nan besar ini bisa kita jalankan dan bisa kita tunaikan dengan baik, membawa pencak silat mendunia, membawa Indonesia semakin dikenal dan berkarisma di mata dunia,” pungkasnya.

Adapun pengukuhan dan pelantikan PB IPSI masa hormat 2026-2030 turut dihadiri sejumlah pejabat negara. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.

Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Umum KONI Marciano Norman, jejeran pengurus provinsi IPSI, serta perwakilan perguruan pencak silat dari beragam wilayah di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan