Menhan Mali Tewas dalam Baku Tembak di Tengah Upaya Kudeta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Menhan Mali Tewas dalam Baku Tembak di Tengah Upaya Kudeta

Menteri Pertahanan Mali Sadio Camara. (Foto: X)

BAMAKO - Menteri Pertahanan Mali, Jenderal Sadio Camara, meninggal bumi dalam baku tembak dengan golongan militan di kediamannya di tengah gelombang serangan terkoordinasi di negara Afrika Barat tersebut. Militer Pemerintah Transisi Mali bertempur dengan golongan militan sepanjang akhir pekan dalam apa nan disebut sebagai upaya kudeta.

Camara, nan menjabat sebagai menteri negara, menteri pertahanan, dan urusan veteran, meninggal bumi akibat luka-luka nan diderita selama serangan pada Sabtu (25/4/2026) di rumahnya di Kati, sebuah kota garnisun dekat ibu kota, Bamako. Pemerintah transisi mengatakan kediamannya dihantam oleh peledak mobil nan dikemudikan oleh seorang pelaku bunuh diri, setelah itu Camara terlibat baku tembak dengan para penyerang dan "menetralisir" beberapa di antaranya sebelum terluka.

Serangan itu menyebabkan sebagian kediamannya ambruk, menewaskan alias melukai orang lain di dekatnya, serta menghancurkan sebuah masjid tempat para jemaah berada di dalamnya, menurut pernyataan pemerintah.

Dilaporkan RT pada Sabtu, Mali mengalami salah satu kejadian keamanan paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dengan serangan nan nyaris berbarengan dilaporkan di Bamako, Kati, Gao, Sevare, dan Kidal. Kelompok militan Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) nan mengenai dengan Al-Qaeda, dan Front Pembebasan Azawad (FLA) nan didominasi oleh suku Tuareg, mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi tersebut, nan menargetkan situs militer, prasarana penting, dan posisi kepemimpinan senior.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan “data awal” menunjukkan kemungkinan keterlibatan badan keamanan Barat dalam melatih para penyerang. Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menuduh Prancis “berupaya menggulingkan pemerintahan nasionalis nan tidak diinginkan” di Sahara-Sahel menggunakan “kelompok teroris” dan “metode kolonial.”

Rusia mempunyai kehadiran militer di negara Afrika Barat tersebut, nan telah dilanda ancaman terorisme selama bertahun-tahun meskipun ada misi militer Prancis selama satu dekade. Mali mengusir pasukan Prancis pada 2022, diikuti kemudian oleh Burkina Faso dan Niger, menuduh Paris memberikan support langsung kepada teroris.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com