Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (kiri) menjawab pertanyaan Editor Media Indonesia Akmal Fauzi, saat wawancara unik dengan Media Indonesia di Kantor Menteri Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (8/7/2026).(MI/RAMDANI)
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menargetkan Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI berbareng pemerintah dapat merampungkan pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 dalam waktu satu pekan ke depan.
Irfan menjelaskan bahwa saat ini proses penghitungan besaran biaya haji tetap terus berjalan secara intensif. Pemerintah dan DPR berupaya menentukan nomor nan paling proporsional dan layak bagi jemaah.
"Panja Haji DPR dan Panja Haji kita sedang bicara terus, kita menghitung terus untuk memastikan menetapkan berapa nomor nan paling layak. Sampai hari ini mungkin belum 100 persen selesai, tetap sekitar 85 persen," ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Senin (14/9).
Menhaj berambisi pembahasan tersebut segera mencapai titik temu. Setelah nomor BPIH disepakati oleh kedua belah pihak, besaran biaya nan menjadi tanggungjawab jemaah bakal segera diajukan kepada Presiden untuk mendapatkan penetapan resmi.
"Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita bakal bisa ada kesepakatan tentang nomor nan kudu dibayar oleh jemaah nan bakal kita ajukan ke Presiden," imbuhnya.
Menurut Irfan, kepastian mengenai besaran biaya haji sangat krusial bagi jemaah nan masuk dalam daftar keberangkatan tahun berjalan. Hal ini bakal memudahkan mereka dalam mempersiapkan biaya pelunasan. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga dapat segera melanjutkan persiapan teknis penyelenggaraan, baik koordinasi di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
Di samping aspek finansial, Menhaj juga memberikan imbauan unik kepada calon jemaah haji untuk melakukan persiapan menyeluruh sebelum bertolak ke Tanah Suci. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi bentuk dan mental agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal.
"Kepada jemaah, saya minta pertama tentu menyiapkan bentuk maupun mental dan juga menyiapkan keuangan," tutur sosok nan berkawan disapa Gus Irfan tersebut.
Ia menilai kesiapan bentuk menjadi aspek kunci nan kudu diperhatikan sejak dini. Mengingat rangkaian ibadah haji melibatkan aktivitas bentuk nan cukup berat, kondisi tubuh nan prima sangat dibutuhkan agar jemaah dapat beragama dengan lancar selama berada di Arab Saudi. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·