Menghitung Hari Kedatangan Kapal Induk yang Baru Didapat dari Italia

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi alias KRI Gajah Mada bakal menjalani proses serah terima dari Italia ke Indonesia saat berlabuh di Jakarta.

Sebelumnya, KSAL Laksamana Muhammad Ali menerangkan kapal induk itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.

"Setibanya di Indonesia kapal eks Giuseppe Garibaldi bakal berlabuh terlebih dulu di Jakarta. Prosesi penerimaannya bakal dilaksanakan melalui penandatanganan arsip serah terima hibah," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Jakarta, Kamis (27/8), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah proses serah terima selesai, barulah kapal tersebut menuju pangkalan kapal induk di Lampung.

Persiapan pangkalan di Lampung

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengatakan saat ini proses penyelesaian pangkalan di Lampung tetap berlangsung.

"Untuk kesiapan prasarana pangkalan di Lampung sementara progres finishing nan diharapkan saat kehadiran Garibaldi ke Indonesia sudah rampung," ungkap dia, Jakarta, Selasa (25/8) dikutip dari Antara.

Dia memastikan pangkalan tersebut bakal selesai dibangun dan berfaedah secara penuh pada akhir September 2026 mendatang.

Berlayar dari Italia

Pada awal pekan ini, KSAL Ali menginformasikan kapal induk KRI Gajah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.  Kapal tersebut diperkirakan tiba di Indonesia pada 15-20 September.

Ali meminta support angan dari masyarakat Indonesia untuk kelancaran perjalanan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Gajah Mada nan berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin malam pukul 22.00 waktu setempat.

"Kami minta doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada bakal meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali dalam aktivitas kunjungan di Keraton Majapahit Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Ali, kapal tersebut bakal menempuh perjalanan lebih dari 20 hari dengan melintasi Terusan Suez dan Laut Merah serta mendapat pengawalan kapal perang Italia.

"Karena ini bakal melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tetapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia dan mudah-mudahan tanggal 15 alias tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan saat ini kapal induk pertama Indonesia itu tetap berjulukan ITS Giuseppe Garibaldi dan tetap menggunakan bendera Italia. Saat tiba di Indonesia, kapal nan dimiliki Indonesia dengan skema hibah antarpemerintah itu baru berganti bendera dan nama menjadi KRI Gajah Mada.

"Namanya tetap ITS Garibaldi, tetap berbendera Italia tetapi sesampainya di Indonesia bakal berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujarnya.

Disambut dua kapal perang dan pesawat

Saat masuk perairan Indonesia, Kadispenal Tunggul mengatakan kapal induk dari Italia itu bakal disambut dua kapal perang (KRI) dan satu pesawat TNI AL. Tiga alutsista itu bakal mengawal kapal induk tersebut saat berlayar di perairan Indonesia menuju Teluk Jakarta.

Pesawat TNI AL, sambungnya, juga bakal mencoba melakukan pendaratan di kapal induk tersebut.

"Akan ada pengawalan minimal dua KRI Frigate Indonesia dan pesawat udara Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) pada saat memasuki perairan Indonesia, sekaligus unsur udara mencoba on board di Garibaldi," kata Tunggul, Rabu (26/8).

Dia menjelaskan kapal tersebut bakal mendapatkan pengawalan setelah sebelumnya berangkat dari Italia melewati beberapa rute.

"Selama melintasi Laut Merah-Teluk Aden-Laut Arab bakal dikawal oleh beberapa kapal Frigate Italia," ucap Tunggul.

Setelah sampai di perairan Indonesia, KRI Gajah Mada bakal dikawal menuju Jakarta untuk mengikuti upacara penerimaan kapal.

Untuk itu, dia mengharapkan perjalanan KRI Gajah Mada dari Italia menuju Jakarta bisa melangkah dengan kondusif dan lancar.

Presiden Prabowo

Setiba di perairan Jakarta, KSAL Ali mengatakan  pengukuhan dan pergantian bendera dari Italia jadi Indonesia digelar pada 25 September 2026, dan dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

"Tanggal 25 bisa pengukuhan alias pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden bakal ikut meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada," katanya.

Tiga matra

Sebelumnya Kadispenal Tunggul mengatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi alias KRI Gajah Mada bakal digunakan sesuai Doktrin Perisai Trisula Nusantara.

Salah satu poin doktrin nan bakal diterapkan, ialah penggunaan kapal untuk mendukung operasi nan dilakukan oleh tiga matra TNI. Dengan doktrin tersebut, kapal induk pertama Indonesia itu bisa dipakai sebagai landasan alutsista udara milik TNI AU maupun TNI AD.

Untuk mendukung perihal tersebut, Tunggul mengaku beberapa penerbang dari tiga matra TNI susah melakukan latihan berupa simulasi pendaratan di markas Pusat Penerbang AL (Puspenerbal) Juanda, Surabaya.

Selain itu, Tunggul juga kembali mempertegas tujuan utama TNI AL dalam menggunakan kapal induk. Dia mengatakan TNI tidak bakal mengerahkan kapal induk untuk operasi militer ataupun invasi terhadap negara-negara lain.

"Untuk Garibaldi rencana bakal dioperasikan berfokus kepada operasi militer selain perang (OMSP) seperti penyaluran support kemanusiaan dan penanggulangan musibah alam," kata dia, Rabu lalu.

Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan KRI Gajah Mada dalam misi diplomasi antarnegara guna memperkuat hubungan Indonesia dengan negara kawasan.

HUT TNI

Kapal induk buatan galangan Fincantieri, Italia, itu  dijadwalkan tampil perdana pada HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026 sebagai unsur parade lintas laut (sailing pass).

Kapal tersebut juga bakal difungsikan sebagai kapal bagi tamu sangat krusial (very very important person/VVIP).

"Sesuai rencana awal, Garibaldi rencananya bakal dilibatkan sebagai salah satu unsur 'sailing pass' dalam rangka HUT TNI ke-81," kata Kadispenal Tunggul pada Selasa lalu.

Tunggul mengatakan kapal induk tersebut bakal tampil berbareng sejumlah armada TNI AL dalam rangkaian parade perangkat utama sistem senjata (alutsista).

Giuseppe Garibaldi juga direncanakan menjadi kapal VVIP bagi tamu penting, termasuk Presiden, jejeran menteri, dan pejabat TNI saat berlangsungnya parade alutsista laut. Namun, Tunggul belum menjelaskan secara rinci konsep parade alutsista laut maupun letak 'sailing pass' pada peringatan HUT ke-81 TNI tersebut.

(antara/kid)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional