Setiap anak dan perseorangan mempunyai potensi nan layak untuk berkembang dan diapresiasi, termasuk perseorangan austistik. Namun, kesempatan untuk menunjukkan keahlian dan berperan-serta di masyarakat tidak selalu dapat diakses dengan mudah oleh semua orang.
Selain support dari keluarga, dibutuhkan lingkungan nan inklusif, akses nan setara, serta pemahaman masyarakat agar teman-teman autistik dapat tumbuh, berkarya, dan merasa nyaman di ruang publik.
Tantangan Akses dan Ruang Publik nan Inklusif
Dalam aktivitas aktivitas Reimagining Movement for Everyone bersama Kreaby x Hyundai Motorstudio di Senayan Park pada Kamis (4/6), Director & Co-founder Kreaby, Arani Aslama, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar nan tetap dihadapi teman-teman autistik adalah akses terhadap pengembangan diri dan pengedaran karya mereka.
Meski kesempatan untuk mengikuti pameran, pelatihan, dan aktivitas imajinatif sekarang semakin banyak, akses tersebut belum sepenuhnya menjangkau mereka nan tinggal di wilayah terpencil alias kota-kota kecil.
“Jadi menurut saya itu nan perlu kita lakukan sekarang, membuka akses nan lebih banyak lagi untuk teman-teman autistik,” ucap Arani kepada kumparanMOM.
Menurut Arani, diperlukan lebih banyak sistem nan dapat membuka kesempatan setara bagi penyandang autisme untuk mengembangkan minat dan keterampilannya. Selain itu, ruang publik juga perlu semakin inklusif dengan menyediakan area jarak alias ruang tenang bagi perseorangan nan mengalami overstimulasi sensorik, sehingga mereka dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
Upaya menciptakan lingkungan nan inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi autisme, tetapi juga masyarakat secara luas. Semakin banyak ruang publik, lembaga pendidikan, dan penyelenggara aktivitas nan memahami kebutuhan penyandang autisme, semakin besar pula kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi, berkarya, dan membangun rasa percaya diri di tengah masyarakat.
Peran Orang Tua dan Pentingnya Intervensi Dini
Di sisi lain, Director Nathan's Foundation, Adelle Odelia Tanuri, mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu merasa sendirian dalam mendampingi anak autistik. Saat ini sudah banyak organisasi dan support system nan dapat membantu family dalam menjalani proses tersebut.
Adelle juga menekankan pentingnya early intervention alias intervensi dini. Orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan master dan terapis ketika menemukan tanda-tanda nan perlu diperhatikan pada perkembangan anak. Menurutnya, support sejak awal dapat membantu anak mengembangkan potensinya secara optimal.
“Untuk mengalami ini adalah sesuatu nan banyak organisasi ya, banyak support system nan bisa membantu dan mendukung Anda dalam perjalanan ini,” ujar Adelle dalam aktivitas nan sama.
Selain mencari support profesional, orang tua juga perlu terus memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan karakter nan dimilikinya. Dukungan nan konsisten dari family dapat menjadi fondasi krusial bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membantu mereka merasa diterima dan dihargai atas potensi nan dimiliki.
Dengan support keluarga, komunitas, serta akses nan lebih inklusif, penyandang autisme mempunyai kesempatan nan lebih besar untuk berkembang, menunjukkan potensi terbaiknya, dan berperan-serta aktif di masyarakat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·