Mengenal Patagotitan mayorum, Dinosaurus Terbesar Seberat 10 Gajah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Mengenal Patagotitan mayorum, Dinosaurus Terbesar Seberat 10 Gajah Gambaran artistik Patagotitan.(Dok. Mariol Lanzas)

BUMI jutaan tahun lampau dihuni oleh makhluk raksasa, dan salah satu nan paling fenomenal adalah Patagotitan mayorum. Dinosaurus dari era Kapur ini tercatat sebagai hewan darat terbesar sekaligus fosil paling komplit nan pernah diidentifikasi dalam sejarah paleontologi.

Berdasarkan info temuan, Patagotitan mempunyai panjang mencapai 37 meter dari hidung hingga ekor, setara dengan panjang pesawat jet komersial. Bobotnya diperkirakan mencapai 57.000 kilogram alias setara dengan berat 10 ekor gajah dewasa.

Penemuan di Patagonia

Fosil raksasa ini pertama kali ditemukan pada tahun 2010 di wilayah terpencil Patagonia, Argentina. Penemuan diawali oleh Aurelio Hernandez, seorang pekerja pertanian nan memandang tulang paha raksasa menancap di tanah. Proses penggalian menyantap waktu lima tahun dan sukses mengangkat lebih dari 200 tulang dari enam perseorangan berbeda.

Sebagai personil family titanosaurus dari golongan sauropoda, dinosaurus ini mempunyai karakter unik leher nan sangat panjang serta tungkai nan tebal dan kokoh untuk menopang beban tubuhnya nan masif.

Adaptasi Biologis dan Cara Hidup

Untuk memperkuat hidup, Patagotitan memerlukan asupan daya nan besar. Sebagai herbivora, hewan ini mengonsumsi sekitar 120 kilogram vegetasi setiap hari. Mereka menggunakan 40 gigi berbentuk pasak untuk merontokkan dedaunan nan kemudian diproses dalam sistem pencernaan raksasa selama sepuluh hari.

Meski bertubuh kolosal, dinosaurus ini mempunyai otak nan relatif kecil, hanya seukuran buah jeruk bali. Di ekosistemnya, mereka berkedudukan sebagai rekayasawan alam nan membuka ruang bagi vegetasi baru melalui jejak kaki dan kotoran nan mereka tinggalkan saat bergerak dalam kelompok.

Reproduksi dan Pertumbuhan Pesat

Patagotitan berkembang biak dengan bertelur dalam sarang berisi 30 hingga 40 butir. Uniknya, induk tidak mengerami telur secara langsung lantaran akibat menghancurkannya. Mereka memanfaatkan panas geotermal dari tanah vulkanik untuk proses penetasan.

Anak Patagotitan nan menetas dari telur seukuran buah melon mengalami pertumbuhan luar biasa. Dalam 30 tahun, ukurannya melonjak 16.000 kali lipat. Kecepatan tumbuh ini menjadi perlindungan alami, lantaran saat dewasa, mereka menjadi terlalu besar untuk diserang predator seperti Tyrannotitan.

Paul Barrett dari Natural History Museum London menyebut ukuran Patagotitan telah menyentuh pemisah maksimal kapabilitas bentuk makhluk hidup di daratan. "Mereka mendorong pemisah dari apa nan mungkin dilakukan oleh sebuah tubuh di daratan," ungkapnya. (Discover Wildlife/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia