Mengenal Morpheus8 dan InMode Lift, Teknologi Estetika Nonbedah yang Lebih Personal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Mengenal Morpheus8 dan InMode Lift, Teknologi Estetika Nonbedah nan Lebih Personal Teknologi Morpheus8 dan InMode Lift di MAC Bandung.(Dok. MAC)

BANDUNG mulai dilirik sebagai pasar pertumbuhan baru bagi industri estetika. Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perawatan kulit, kebugaran, dan prosedur nonbedah mendorong pelaku upaya menghadirkan jasa serta teknologi estetika nan sebelumnya lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Melinda Aesthetic Center (MAC), Liem Fenny, mengatakan, pertumbuhan pasar estetika tidak hanya ditandai dengan bertambahnya klinik, tetapi juga dengan masuknya teknologi perawatan nonbedah ke pasar lokal. MAC bekerja sama dengan Regenesis Indonesia untuk menghadirkan teknologi InMode di Bandung.

"Teknologi nan diperkenalkan meliputi Morpheus8 dan jasa nan disebut InMode Lift," ungkap Fenny di sela pembukaan Melinda Aesthetic Center alias MAC secara virtual, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan, masuknya teknologi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa kebutuhan konsumen di Bandung mulai berkembang. Pasien tidak lagi hanya mencari perawatan dasar, tetapi juga prosedur nan lebih spesifik, hasil nan bertahap, dan masa pemulihan nan relatif singkat.

Morpheus8 merupakan perangkat nan mengombinasikan microneedling dengan daya fractional radiofrequency. Teknologi tersebut dirancang untuk menghantarkan daya pada beberapa kedalaman jaringan kulit. Morpheus8 menggunakan teknologi Burst Mode nan memungkinkan daya radiofrekuensi dihantarkan pada beberapa kedalaman dalam satu kali penetrasi jarum.

"Tindakan tersebut dapat membantu menstimulasi pembentukan kolagen, mengencangkan kulit, memperbaiki tekstur, dan membentuk kontur wajah," jelas Fenny.

Sedangkan, kata dia, InMode Lift juga salah satu layanan nonbedah untuk membantu mengencangkan kulit, memperbaiki elastisitas jaringan, serta menangani lemak berlebih pada area wajah dan leher.

Meski menawarkan masa pemulihan nan relatif lebih singkat dibandingkan prosedur bedah, hasil dan respons terhadap tindakan dapat berbeda pada setiap pasien. Kondisi kulit, usia, area perawatan, serta respons tubuh perlu diperiksa sebelum prosedur dilakukan.

Perkembangan pasar estetika juga terlihat dari perubahan langkah konsumen memilih layanan. Pasien tidak hanya mempertimbangkan jenis tindakan dan hasil nan ditawarkan, tetapi juga kompetensi tenaga medis, keamanan prosedur, serta kesesuaian perawatan dengan kondisi mereka.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, MAC mengawali rangkaian perawatan dengan konsultasi berbareng dokter. Proses itu digunakan untuk memeriksa kondisi pasien, memahami tujuan perawatan, serta menentukan tindakan nan sesuai.

Founder Melinda Hospital Group, Susan Melinda, mengatakan penemuan teknologi kudu melangkah berbareng dengan dasar ilmiah dan keselamatan pasien.

“Inovasi kudu selalu didukung oleh bukti ilmiah, keamanan pasien, dan pendekatan nan personal,” ujarnya.

Personalisasi menjadi salah satu pendekatan nan digunakan untuk menjangkau pasar estetika nan semakin tersegmentasi. Usia, kondisi kulit, corak wajah, style hidup, dan ekspektasi hasil membikin kebutuhan setiap pasien berbeda.

Co-Founder MAC Liza Suwandi mengatakan pihaknya tidak mau hanya menjadi tempat pasien menjalani tindakan estetika.

“Kami mau MAC menjadi ruang di mana setiap wanita dapat merasa didengar, dipahami, dan kembali terhubung dengan jenis terbaik dirinya,” katanya.

Bandung Menjadi Pasar Alternatif

Bandung mempunyai posisi strategis sebagai salah satu kota besar dengan perkembangan sektor style hidup, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Karakter tersebut membuka kesempatan bagi kota ini untuk menjadi pasar pengganti bagi industri estetika di luar Jakarta.

Co-Founder MAC Natalina Sagita mengatakan Bandung dipilih lantaran mempunyai karakter pasar nan dinilai sesuai dengan konsep jasa perusahaan.

“Bandung mempunyai karakter nan tenang dan hangat. Karakter itu nan mau kami bawa ke dalam pengalaman pasien di MAC,” kata Natalina.

Menurut perusahaan, konsumen di Bandung juga menunjukkan perhatian nan semakin besar terhadap kesehatan, style hidup, dan perawatan diri. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi jasa estetika nan tidak hanya berorientasi pada perubahan penampilan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan individual.

Kedekatan Bandung dengan Jakarta turut memungkinkan pelaku industri menjangkau konsumen di wilayah Jawa Barat sekaligus memperluas pasar di luar ibu kota.

Persaingan Beralih ke Teknologi dan Kualitas Layanan

Berkembangnya pasar estetika diperkirakan bakal meningkatkan persaingan antarpelaku usaha. Klinik tidak cukup hanya menawarkan banyak jenis treatment, tetapi juga perlu membangun diferensiasi melalui teknologi, kualitas layanan, kompetensi tenaga medis, dan kepercayaan pasien.

Dalam konteks tersebut, MAC memilih pendekatan wellness dan personalisasi sebagai pembeda. Tindakan estetika ditempatkan sebagai salah satu bagian dari perawatan diri, bukan sebagai solusi tunggal.

Pendekatan tersebut dibangun melalui lima pilar wellness nan mencakup ketenangan pikiran, aktivitas fisik, nutrisi, rehat dan keseimbangan metabolik, serta tindakan estetika.

MAC juga membawa filosofi “Cantik Itu Personal”, nan menekankan bahwa rekomendasi perawatan kudu mempertimbangkan karakter, kondisi, dan kebutuhan setiap pasien.

Masuknya teknologi perawatan nonbedah, disertai meningkatnya perhatian terhadap konsultasi medis dan keselamatan pasien, memperlihatkan bahwa pasar estetika Bandung mulai bergerak menuju jasa nan lebih spesifik, kompetitif, dan terpersonalisasi. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia