Mengenal Cluster Random Sampling: Pengertian dan Contoh Lengkap

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

cluster random sampling adalah – Halo Grameds, jika Anda sedang menyusun proposal penelitian, skripsi, tulisan ilmiah, alias project riset nan melibatkan populasi besar, salah satu teknik pengambilan sampel nan wajib Anda pahami adalah cluster random sampling.

Artikel ini bakal membahas secara mendalam mengenai pengertian cluster random sampling, jenis-jenisnya, fungsi, kelebihan-kekurangan, langkah penerapannya, komparasi dengan metode sampling lain, hingga contoh tabel dan penerapannya.

Yuk, Grameds, simak untuk penjelasan lengkapnya!

Apa Itu Cluster Random Sampling?

Secara sederhana, cluster random sampling adalah metode pengambilan sampel di mana populasi besar dibagi menjadi kelompok-kelompok mini nan disebut cluster, kemudian beberapa cluster dipilih secara random untuk dijadikan sampel penelitian.

Cluster dapat berupa:

  • wilayah (kota, desa, kecamatan)
  • sekolah
  • kelas
  • rumah tangga
  • organisasi
  • unit kerja
  • kelompok alami lainnya

Perbedaan utamanya dengan simple random sampling adalah teknik ini memilih kelompok, bukan perseorangan secara langsung.

Pengertian Menurut Para Ahli

Untuk mempertajam pemahaman, berikut arti menurut master nan perlu Anda ketahui, Grameds.

Ahli/Sumber Definisi
Cochran (1977) Teknik sampling probabilistik dengan memilih cluster secara random dari populasi besar nan heterogen.
Creswell (2012) Proses memilih golongan alias unit secara random untuk meningkatkan efisiensi penelitian.
Neuman (2014) Pembagian populasi ke dalam unit-unit kelompok, kemudian memilih beberapa unit secara random untuk penelitian.
Sugiyono (2017) Teknik sampling nan memilih golongan sub-populasi secara random ketika populasi sangat luas dan susah dijangkau satu per satu.

Dari pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa cluster sampling menekankan pada efisiensi, cakupan besar, dan pemilihan golongan secara acak.

Karakteristik Cluster Random Sampling

Metode ini mempunyai karakter unik berikut:

Karakteristik Penjelasan
Populasi dibagi menjadi cluster Cluster terbentuk dari golongan alami seperti wilayah, kelas, alias unit organisasi.
Pemilihan cluster berkarakter acak Semua cluster mempunyai kesempatan nan sama terpilih sebagai sampel.
Anggota cluster diperlakukan sebagai satu kesatuan Yang dipilih adalah kelompok, bukan perseorangan langsung.
Cocok untuk populasi besar dan tersebar Efisien waktu, tenaga, dan biaya pada riset skala luas.
Cluster condong homogen secara internal Anggota dalam cluster serupa, tetapi antar cluster berbeda.

Karakteristik ini membikin cluster sampling menjadi salah satu teknik paling efisien untuk penelitian nasional.

Kapan Cluster Random Sampling Digunakan?

Grameds, metode ini digunakan terutama dalam kondisi berikut:

Populasi sangat besar

Digunakan ketika jumlah populasi terlalu luas alias masif, seperti masyarakat satu provinsi, seluruh siswa di Indonesia, alias pekerja dari banyak bagian perusahaan, sehingga pengambilan sampel perseorangan satu per satu menjadi tidak realistis.

Populasi tersebar secara geografis

Jika populasi berada di banyak letak berbeda, pengambilan sampel perseorangan bakal menyantap biaya dan waktu nan besar. Karena itu, memilih sampel berasas golongan alias wilayah menjadi lebih efisien.

Struktur golongan sudah terbentuk secara alami

Cluster sampling ideal digunakan ketika populasi sudah terorganisasi dalam golongan bawaan, misalnya kelas, sekolah, kecamatan, desa, alias unit perusahaan, sehingga peneliti lebih mudah menentukan cluster sebagai unit sampel.

Peneliti mempunyai keterbatasan waktu dan biaya

Dengan mengambil sampel berasas kelompok, jumlah kunjungan lapangan dan proses pengumpulan info dapat dipangkas secara signifikan, menjadikan penelitian lebih irit dan praktis.

Tidak tersedia daftar perseorangan secara lengkap

Dalam beberapa situasi, daftar nama perseorangan tidak tersedia alias susah diakses. Namun, daftar cluster seperti daftar sekolah, desa, alias kecamatan justru tersedia, sehingga cluster sampling menjadi pilihan nan paling memungkinkan.

Jenis-Jenis Cluster Random Sampling

Ada dua jenis utama nan paling umum dipakai.

1. Single-Stage Cluster Sampling

Pada metode ini, peneliti memilih sejumlah cluster secara acak, lampau mengambil seluruh perseorangan nan ada di dalam cluster terpilih sebagai sampel. Tidak ada proses pemilihan lanjutan di dalam cluster, sehingga teknik ini dianggap paling sederhana.

Contoh:
Dari 50 kelas di sebuah sekolah, peneliti memilih 10 kelas secara acak. Semua siswa dalam 10 kelas tersebut otomatis menjadi sampel penelitian.

Kelebihan: Prosesnya sangat sederhana, sigap dilakukan, dan tidak memerlukan teknik sampling tambahan.
Kekurangan: Jumlah sampel dapat menjadi sangat besar lantaran semua personil cluster kudu diambil, sehingga kajian bisa menjadi lebih berat alias tidak efisien.

2. Two-Stage Cluster Sampling

Pada teknik ini, peneliti tetap memilih cluster secara random pada tahap pertama, tetapi berbeda dari single-stage, peneliti hanya mengambil sebagian perseorangan dari masing-masing cluster menggunakan teknik sampling lain seperti simple random sampling alias systematic sampling.

Contoh:
Dari 20 desa, peneliti memilih 5 desa secara acak. Lalu dari tiap desa terpilih, peneliti mengambil 30 rumah tangga secara random sebagai sampel.

Kelebihan: Lebih elastis lantaran peneliti dapat mengontrol jumlah sampel nan diinginkan, sehingga lebih efisien untuk populasi besar.
Kekurangan: Membutuhkan langkah teknis tambahan dan perencanaan lebih rinci lantaran melibatkan dua tahap pemilihan.

Perbedaan Cluster Sampling vs Stratified Sampling

Berikut adalah perbedaan cluster sampling dan stratified sampling nan perlu Anda ketahui, Grameds.

Aspek Cluster Sampling Stratified Sampling
Dasar pembagian Berdasarkan golongan alami Berdasarkan karakter tertentu
Unit nan dipilih Kelompok Individu
Efisiensi Sangat efisien untuk populasi luas Lebih jeli tetapi memerlukan info lebih detail
Homogenitas Homogen dalam cluster Homogen dalam strata
Risiko error Lebih tinggi Lebih rendah

Langkah-Langkah Melakukan Cluster Random Sampling

Berikut prosedur sistematis agar Anda menerapkannya dengan benar, Grameds.

Menentukan populasi

Populasi kudu didefinisikan secara jelas, misalnya seluruh siswa SMA di Jawa Timur alias seluruh rumah tangga dalam satu kabupaten.

Membagi populasi ke dalam cluster

Pembagian cluster dilakukan berasas struktur alami, seperti sekolah, kelas, desa, kecamatan, alias wilayah administratif lainnya.

Memastikan cluster relatif homogen

Setiap cluster sebaiknya mempunyai karakter internal nan mirip sehingga dapat mewakili populasi, tetapi antar-cluster kudu mempunyai perbedaan nan memungkinkan proses sampling melangkah efektif.

Membuat daftar cluster

Peneliti perlu menyusun daftar komplit cluster, misalnya daftar 38 kabupaten/kota, daftar 200 sekolah, alias daftar seluruh desa dalam satu provinsi.

Memilih cluster secara acak

Proses pemilihan dilakukan menggunakan random number generator, pengocokan manual, alias tabel nomor random untuk menjaga objektivitas.

Menentukan unit nan diambil dari cluster

Peneliti memutuskan apakah bakal mengambil semua personil dalam cluster (single-stage) alias hanya sebagian personil menggunakan metode sampling lain (two-stage).

Melakukan pengumpulan data

Data dikumpulkan melalui wawancara, penyebaran kuesioner, alias observasi langsung kepada responden nan telah terpilih.

Kelebihan dan Kekurangan Cluster Random Sampling

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan cluster random sampling.

Kelebihan

  1. Menghemat biaya operasional penelitian.
  2. Mengurangi waktu pengumpulan data.
  3. Cocok untuk penelitian nan luas dan tersebar.
  4. Tetap termasuk teknik probabilistik, sehingga hasil dapat digeneralisasikan.
  5. Tidak memerlukan daftar seluruh individu, cukup daftar cluster.

Kekurangan

  1. Potensi sampling error lebih tinggi.
  2. Bisa bias jika cluster tidak terbentuk dengan baik.
  3. Homogenitas cluster nan pekerja bakal mengurangi kualitas data.
  4. Perlu proses pembagian cluster nan matang.

Kesalahan Umum dalam Cluster Sampling

Berikut adalah kesalahan umum dalam cluster sampling nan kudu Anda hindari, Grameds.

Cluster terlalu besar alias terlalu kecil

Jika ukuran cluster tidak proporsional, hasil penelitian bisa bias. Cluster nan terlalu besar membikin sampel tidak efisien, sementara cluster sangat mini membikin representasi populasi menjadi lemah.

Cluster tidak mewakili populasi secara proporsional

Kesalahan terjadi ketika cluster nan dipilih tidak mencerminkan ragam dalam populasi. Akibatnya, hasil sampel tidak dapat digeneralisasikan secara akurat.

Pemilihan cluster tidak betul-betul acak

Jika proses pemilihan dipengaruhi preferensi peneliti alias dilakukan secara sistematis tanpa randomisasi, maka hasil penelitian berisiko mengalami bias seleksi.

Tidak melakukan pengecekan homogenitas internal cluster

Cluster semestinya mempunyai kesamaan karakter dalam kelompoknya. Jika cluster sangat heterogen, hasil sampling bisa menjadi tidak stabil alias tidak konsisten.

Mengabaikan ukuran cluster nan tidak seimbang

Ketika beberapa cluster beranggotakan sangat banyak dan nan lain sangat sedikit, peneliti kudu melakukan penyesuaian (seperti probability proportional to size). Jika tidak, hasil penelitian bisa terlalu berat ke cluster berukuran besar.

Kesimpulan

Cluster random sampling adalah metode pengambilan sampel dengan memilih golongan (cluster) secara random dari populasi nan luas.

Teknik ini sangat cocok untuk penelitian dengan wilayah nan luas, populasi besar, dan keterbatasan waktu alias biaya.

Dengan membagi populasi ke dalam cluster alami seperti wilayah, sekolah, alias rumah tangga, peneliti dapat mengambil sampel secara lebih efisien tanpa mengurangi nilai probabilitas dari riset.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian

button cek gramedia com

Buku ini datang sebagai pedoman praktis dan komprehensif untuk memahami riset dari dasar hingga aplikasinya. Buku ini mengupas metode kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods, komplit dengan teknik sampling, penyusunan instrumen, kajian info menggunakan SPSS, PLS-SEM, NVivo, hingga pemanfaatan tools digital seperti Mendeley, VOSviewer, dan AI dalam penelitian. Disusun sistematis dan aplikatif, kitab ini cocok untuk mahasiswa, peneliti, maupun siapa saja nan mau menyusun karya ilmiah dengan lebih terarah dan modern.

2. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Metodologi penelitian bukan hanya pengetahuan teoritis, tetapi juga keahlian praktis nan dapat dipelajari dan diterapkan. Buku ini datang untuk mematahkan dugaan bahwa penelitian adalah proses nan rumit dan sulit. Dengan pembahasan nan ringkas, jelas, dan mudah dipahami, pembaca diajak memahami tahapan penelitian secara utuh: mulai dari merancang penelitian, melaksanakan proses pengumpulan data, hingga menyusun laporan akhir secara sistematis. Cocok bagi mahasiswa, pengajar muda, maupun peneliti pemula nan mau meneliti dengan lebih percaya diri dan terarah.

3. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Buku ini datang sebagai pedoman praktis untuk memahami proses riset secara sistematis, mulai dari merumuskan masalah, memilih metode, mengumpulkan data, hingga menyusun laporan penelitian. Disajikan dengan bahasa nan jelas dan mudah diikuti, kitab ini membantu pembaca memahami penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun pendekatan campuran secara lebih aplikatif. Cocok untuk mahasiswa, dosen, dan peneliti pemula nan mau meneliti dengan lebih terarah dan percaya diri.

4. METODE PENELITIAN KUANTITATIF

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Buku ini membantu pembaca memahami penelitian berbasis info secara lebih sederhana, terstruktur, dan aplikatif serta membahas langkah krusial dalam riset kuantitatif, mulai dari penyusunan hipotesis, teknik pengambilan sampel, pengolahan info statistik, hingga kajian hasil penelitian. Dengan bahasa nan jelas dan pendekatan praktis, kitab ini cocok menjadi pedoman bagi mahasiswa dan peneliti nan mau menguasai penelitian kuantitatif tanpa merasa rumit.

5. Metode Penelitian Pendidikan

Metode Penelitian Pendidikan

Buku ini membantu pembaca memahami penelitian sebagai proses ilmiah nan terstruktur, mulai dari merancang topik, menentukan metode, mengolah data, hingga menyajikan hasil secara akademis. Dengan penjelasan nan sistematis dan mudah diikuti, kitab ini menjadi pedoman praktis untuk membangun keahlian meneliti secara lebih terarah.

  • Arti Disclaimer
  • Arti Gadun
  • Arti Gateway Megahub
  • Arti Memoriter
  • Arti Mewing
  • Arti Ngabers
  • Balasan I Love You
  • Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
  • Cara Cek Sertifikat Tanah
  • Cara Menghadapi Anak Tantrum
  • Cara Membuat Nomor Otomatis di Excel
  • Cara Membuat Checklist Box di Excel
  • Ciri-ciri Planet dalam Tata Surya
  • Ciri-ciri Wanita Menjauh
  • Contoh Tanggung Jawab Sosial
  • Contoh Kalender Konten Instagram
  • Contoh Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
  • Family Man
  • Generasi Beta
  • Gelang Hitam di Tangan Kanan
  • Hadiah Hari Guru Perempuan
  • In House Training
  • Jarak Merkurius Dari Matahari
  • Jurusan IPS Bisa Masuk Fakultas Apa Saja
  • Kenapa Bayi Sering Ngulet
  • Lost Feeling
  • Makanan Khas Yogyakarta
  • Menghitung Jumlah Data di Excel
  • Mengenal Cluster Random Sampling
  • Negara Termiskin di Asia
  • Negara Terkaya di Asia
  • Negara Terbesar di Dunia
  • Painting Date
  • Pantun Ubur-ubur Ikan Lele
  • Pekerjaan di Jepang
  • Pekerjaan Bayi 3 Bulan
  • Pertanyaan Konyol
  • Pengertian Non Probability Sampling
  • Pertanyaan Tentang Bullying
  • Ramalan Nostradamus
  • Sapardi Djoko Damono
  • Shio Tikus Tahun Berapa
  • Stimulasi Oromotor
  • Speech Delay
  • Social Energy
  • Tanggung Jawab OSIS
  • Tanggung Jawab Sosial
  • Urutan Generasi
  • Urutan Weton Jawa
  • Warna Planet Merkurius
  • We Listen We Don't Judge
  • Wisata Anak di Jakarta
Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia