
Marselino Ferdinan alami cedera. (Foto: Instagram/@marselinoferdinan10)
CEDERA kerap mendera sepakbola, termasuk sekarang dialami bintang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan. Dia dikabarkan tengah alami cedera dengkul hingga apalagi kudu naik meja operasi.
Marselino jalani operasi usai memihak Timnas Indonesia. Lantas sekarang menarik menilik soal apa itu cedera lutut.

1. Marselino Ferdinan Cedera Lutut
Ya, belum lama ini, Marselino membagikan berita tengah menjalani operasi dengkul di Spanyol. Cedera ini didapat Marselino Ferdinan saat menjalani pemusatan latihan (TC) berbareng Timnas Indonesia di Bali pada akhir Juli 2026.
Karena cedera saat TC Timnas Indonesia, PSSI bertanggung jawab penuh. PSSI membantu penanganan operasi Marselino Ferdinan dengan mengirim sang pemain ke Sevilla, Spanyol, untuk menjalani operasi.
“Terpuruk, tapi tidak pernah menyerah. Terima kasih kepada Pak Erick dan PSSI nan telah menangani operasi saya serta memastikan semuanya melangkah dengan baik. Saat ini saya konsentrasi pada pemulihan dan siap memberikan segalanya kembali untuk Indonesia,” kata Marselino Ferdinan di akun Instagram-nya, @marselinoferdinan10.
2. Apa Itu Cedera Lutut?
Dilansir dari Healthy Health, Mr Vel Sakthivel, Consultant Orthopaedic Surgeon di Lincoln Private Hospital, menjelaskan lima jenis cedera dengkul nan paling sering dialami pemain sepakbola. Ada juga langkah-langkah sederhana nan dapat dilakukan oleh pemain dan pembimbing untuk membangun tim nan lebih kuat dan lebih aman.
Pertama, ada Robekan ACL. Ini cedera serius dengan akibat besar. Anterior Cruciate Ligament (ACL) alias ligamen krusiatum anterior merupakan salah satu struktur utama nan menjaga kestabilan lutut. Robekan ACL termasuk salah satu cedera paling serius dalam sepak bola.
Cedera ini biasanya terjadi ketika pemain melakukan perubahan arah dengan cepat, berakhir secara tiba-tiba, melakukan aktivitas pivot alias berputar, maupun mendarat dengan posisi nan kurang tepat setelah melompat.
Selain menyebabkan nyeri dan ketidakstabilan lutut, cedera ACL juga dapat membikin pemain kudu menjalani proses rehabilitasi nan cukup panjang sebelum dapat kembali bermain secara optimal.
Kedua, ada cedera meniscus. Meniskus adalah alas tulang rawan nan membantu menyerap beban dan menjaga stabilitas lutut.
Dalam sepakbola, meniskus sangat rentan mengalami cedera ketika dengkul melakukan aktivitas memutar secara tiba-tiba, terutama saat kaki dalam posisi menapak kuat di tanah sementara tubuh bagian atas berputar ke arah nan berbeda. Cedera meniskus dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, rasa seperti dengkul terkunci, alias kesulitan menggerakkan dengkul secara normal.
Ketiga, cedera MCL. Medial Collateral Ligament (MCL) alias ligamen kolateral medial terletak di sisi dalam lutut. Ligamen ini dapat mengalami cedera ketika dengkul terdorong alias tertekuk ke arah dalam.
Dalam sepakbola, kondisi ini cukup sering terjadi akibat tekel, benturan, alias kontak bentuk dengan pemain lain. Tingkat keparahan cedera MCL dapat bervariasi, mulai dari peregangan ringan hingga robekan nan lebih serius.
Keempat, ada patellar tendinopathy alias cedera dengkul pelompat pada pesepakbola. Gerakan sprint berulang, melompat, menendang bola, dan aktivitas eksplosif lainnya memberikan tekanan berulang pada tendon patela, ialah tendon nan menghubungkan tempurung dengkul dengan tulang kering.
Jika tekanan tersebut berjalan terus-menerus tanpa pemulihan nan cukup, dapat terjadi kerusakan mikro pada tendon nan kemudian berkembang menjadi patellar tendinopathy.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri alias nyeri seperti ngilu di bagian depan lutut. Keluhan dapat semakin terasa ketika pemain melompat, berlari, melakukan squat, alias melakukan aktivitas nan memberikan beban pada lutut.
Terakhir, ada kerusakan tulang rawan. Ini jadi ancaman nan sering tidak terlihat. Pemain nan pernah mengalami cedera dengkul sebelumnya, terutama cedera meniskus alias ligament, mempunyai akibat lebih tinggi mengalami kerusakan dan keausan tulang rawan.
Kerusakan tulang rawan terkadang berkembang secara perlahan dan tidak selalu langsung menimbulkan indikasi nan jelas. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kegunaan dengkul dan meningkatkan akibat masalah dengkul berulang di kemudian hari.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·