Mengenal Bobibos, Bahan Bakar Baru yang Segera Diuji di Kementerian ESDM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi produk Bobibos. Foto: Dok. Kementerian ESDM

Inovasi bahan bakar baru berjulukan Bobibos sekarang masuk ke tahap lanjutan. Bahan bakar tersebut bakal segera diuji oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

Untuk itu, Ditjen Migas Kementerian ESDM bakal memanggil PT Inti Sinergi Formula alias produsen Bobibos. Pemanggilan itu dilakukan untuk mematangkan rencana pengetesan laboratorium.

"Ditjen Migas kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula (Bobibos) di Kantor Ditjen Migas, Gedung Ibnu Soetowo Jakarta. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengetesan laboratorium serta memastikan standardisasi dan pengelompokkan produk sebelum dipasarkan alias digunakan secara luas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/4).

Bobibos alias Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! merupakan biofuel ramah lingkungan nan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin. Bahan bakar ini ini diklaim mempunyai oktan tinggi (RON 98) dengan emisi nan mendekati nol nan diproduksi dari jerami dan tanaman nan mudah tumbuh.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui Bobibos bisa masuk ke dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) alias Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Secara detail, teknis pengetesan bakal sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," kata Noor

Menurut Noor, perihal ini merupakan langkah untuk mengawal pengembangan penemuan bahan bakar pengganti hasil karya anak bangsa tersebut untuk mewujudkan kemandirian energi.

Nantinya rangkaian tes nan dijalani menurut Noor juga kudu dilakukan dalam pengawasan dan sesuai standar prosedur. Hal tersebut juga untuk melindungi masyarakat dari akibat kerusakan mesin dan memberikan kepastian norma sebagai dasar pengaduan produk jika tidak sesuai dengan standar nan dijanjikan.

Sebelumnya pada pertemuan 14 April 2026, Ditjen Migas menyambut baik penemuan Bobibos di tengah tekanan krisis daya global. Tahapan pengetesan awal nan dilakukan oleh Lemigas dimulai dari pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 pada tangki penyimpanan (storage tank).

PT Inti Sinergi Formula dalam kesempatan tersebut menyatakan kesiapannya berkoordinasi dengan Lemigas mengenai kebutuhan nan diperlukan untuk seluruh proses rangkaian pengetesan sesuai dengan ketentuan. Sebelumnya, mereka melakukan identifikasi internal, tetapi ditemukan bahwa spesifikasi produk Bobibos belum memenuhi beberapa parameter standar baik BBN maupun BBM nan berlaku.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan