Jakarta -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap hambatan menangani kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia. Cuaca hingga kesiapan air untuk memadamkan api menjadi tantangan.
"Kami memahami ada sorotan kenapa proses pemadaman di beberapa letak memerlukan waktu cukup lama. Kondisi di lapangan memang tidak sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kendalanya terutama karakter lahan, akses, cuaca dan kesiapan sumber air," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026).
Suharyanto menjelaskan, pada lahan gambut api bisa memperkuat di bawah permukaan. Petugas pun kudu melakukan pendinginan dah pemantauan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di beberapa letak akses darat juga sulit, sehingga memerlukan support water bombing. Ditambah kondisi panas, kering dan angin nan dapat memunculkan kembali fire spot. Jadi prosesnya memang tidak selalu sekali padam langsung selesai. Kita terus memperkuat operasi darat dan udara, dengan prioritas api nan berpotensi meluas dan menakut-nakuti masyarakat," jelasnya.
Selain itu, kata Suharyanto, penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga mempunyai tantangan. Pelaksanaan OMC kudu memperhatikan kondisi atmosfer nan memungkinkan.
"Terutama kesiapan awan nan dapat disemai, arah dan perkembangan awan perlu sesuai, serta kondisi angin dan aspek meteorologis lainnya kudu mendukung. Jadi jika tidak ada awan nan memenuhi persyaratan, penyemaian tidak bakal efektif," ujarnya.
Dia menambahkan, hingga sekarang hotspot alias titik panas tetap terpantau di sejumlah wilayah, mulai dari Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi hingga Sumsel. Pihaknya terus memverifikasi apakah hotspot tersebut terindikasi kebakaran alias fire spot alias bukan.
"Kita kemudian memandang luas terbakar, kondisi gambut, akses, cuaca dan ancamannya. Dari situ kita menentukan apakah cukup dengan operasi darat alias perlu support udara, termasuk water bombing dan OMC. Jadi nan kita kejar bukan hanya nomor hotspot, tetapi gimana setiap fire spot segera dikendalikan sebelum meluas," pungkasnya.
(wnv/idn)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·