KSAD Ungkap Alasan TNI Tambah 5 Kodam Baru: Strategi Perlawanan Rakyat Semesta

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas Foto: IG / @puspentni

Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut TNI berencana menambah lima Komando Daerah Militer (Kodam) baru. Penambahan tersebut disebut berangkaian dengan strategi pertahanan wilayah, termasuk sebagai bagian dari konsep perlawanan rakyat semesta ketika menghadapi kondisi darurat alias ancaman musuh.

Nas mengatakan, lima Kodam baru tersebut bakal diumumkan pada puncak peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.

“Rencananya demikian, nan bakal dibentuk Kodam baru kelak bakal disampaikan lebih lanjut bakal disampaikan,” kata Nas saat TNI Fair di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Ditemui terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan pembentukan Kodam berangkaian dengan tugas utama satuan tersebut sebagai komando kewilayahan. Menurutnya, setiap Kodam mempunyai tugas utama di bagian teritorial, meski penugasan masing-masing Kodam dapat berbeda.

“Jadi untuk nan Kodam, semua Kodam itu tugas utamanya adalah teritorial. Penugasannya berbeda,” kata Maruli.

Maruli menjelaskan, dalam kondisi darurat, Kodam mempunyai peran untuk memimpin perlawanan terhadap musuh.

“Nah, tapi dengan kondisi darurat, Kodam inilah kelak nan memimpin untuk perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta, kelak di bawah Kodam nantinya gitu,” ujarnya.

Dia kemudian membedakan peran Kodam dengan satuan tugas (satgas) nan menangani golongan bersenjata di Papua. Maruli mengatakan penanganan terhadap OPM dilakukan oleh satgas, tetapi pelaksanaannya berada dalam pendampingan Kodam.

“Jadi jika untuk OPM ini hanya satgas nan mengurus, tapi di bawah pendampingan Kodam,” katanya.

Menurut Maruli, keberadaan Kodam juga berangkaian dengan upaya penguatan aktivitas teritorial setelah suatu wilayah berada dalam kondisi kondusif dan dapat dikendalikan.

Dia menjelaskan, ketika suatu wilayah nan sebelumnya kurang mendapat perhatian sudah berada dalam kondisi aman, Kodam dapat masuk untuk menjalankan aktivitas teritorial dan memberikan perbantuan kepada masyarakat.

“Jadi untuk perbantuan masyarakatnya, mungkin ada satu wilayah nan dulu kurang diperhatikan, sekarang sudah kondisinya bisa dikuasai aman, barulah Kodam kelak masuk ke situ untuk aktivitas teritorial,” ujar Maruli.

Maruli kemudian menyebut sejumlah wilayah nan bakal menjadi letak pembentukan lima Kodam baru. Di antaranya Papua Tengah, NTT, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku Utara, dan Kepulauan Riau.

“Jadi di Papua satu, di Papua Tengah. Iya, kelak ada, ada 5 nan baru di Flores, Yogya, Malut, dengan satu lagi NTT, Kepulauan Riau,” kata Maruli.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan