Mengapa Gerhana Matahari dan Bulan Selalu Datang Berpasangan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengapa Gerhana Matahari dan Bulan Selalu Datang Berpasangan? Ini Penjelasan Ilmiahnya Gerhana tidak terjadi secara acak, eklips datang berpasangan, sesuai jadwal, dan tahun 2026 menghadirkan dua musim spektakuler untuk membuktikannya.(Dibuat di Canva Pro/Future)

BAGI para pencinta astronomi, kehadiran eklips selalu menjadi kejadian alam nan paling dinantikan. Namun, pernahkah Anda menyadari sebuah pola unik dalam kemunculannya? Gerhana di langit kita tidak pernah terjadi sebagai peristiwa tunggal nan berdiri sendiri, mereka selalu datang berpasangan alias apalagi bertiga dalam kurun waktu beberapa minggu.

Fenomena kosmis ini terjadi lantaran eklips selalu muncul selama periode unik nan disebut sebagai "musim gerhana" (eclipse season). Musim eklips adalah jendela waktu sekitar 31 hingga 37 hari nan terjadi dua kali dalam setahun, di mana matahari, bumi, dan bulan berada dalam posisi sejajar nan sangat sempurna.

Kunci utama di kembali terjadinya kejadian berpasangan ini terletak pada kemiringan orbit bulan. Bulan mengitari bumi dengan perspektif kemiringan sekitar 5 derajat terhadap bagian orbit bumi mengitari mentari (ekliptika). Karena kemiringan ini, bulan biasanya melintas terlalu tinggi alias terlalu rendah di atas bagian bumi, sehingga bayangannya luput dan tidak menghasilkan eklips pada setiap fase bulan baru alias bulan purnama.

Namun, dua kali dalam setahun, jalur orbit bulan memotong bagian orbit bumi di dua titik persimpangan nan disebut sebagai titik simpul (nodes). Ketika bumi berada di titik nan tepat sehingga mentari sejajar dengan titik simpul ini, terjadilah musim gerhana.

Dalam satu musim gerhana, bulan bergerak mengelilingi bumi dan bakal melewati kedua titik simpul tersebut. Karena satu siklus fase bulan (dari bulan baru ke bulan baru berikutnya) memerlukan waktu sekitar 29,5 hari, lebih pendek dari lama musim gerhana, maka bulan dipastikan bakal mengalami dua fase ekstrem dalam jendela waktu tersebut.

Pertama, saat bulan berada di antara bumi dan mentari (fase bulan baru), dia bakal menghalangi sinar mentari dan menciptakan gerhana matahari. Kemudian, sekitar dua minggu berikutnya ketika bulan bergerak ke sisi berlawanan dari bumi (fase bulan purnama), dia bakal masuk ke dalam gambaran bumi dan menciptakan gerhana bulan. Urutan ini juga bisa terjadi sebaliknya, tergantung eklips mana nan memulainya terlebih dahulu.

Melalui siklus mekanika langit nan presisi ini, alam semesta menyuguhkan pemandangan eklips berpasangan nan teratur. Memahami dinamika musim eklips ini membantu kita menyadari sungguh teraturnya pergerakan benda-benda langit nan mengitari planet kita. (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia