Jakarta -
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan pemerintah terus berupaya untuk memberikan akses pendidikan untuk seluruh anak Indonesia, termasuk mereka nan tinggal didaerah terpencil seperti Pulau Arar, Papua Barat. Dia mengingatkan perihal itu bermaksud agar anak Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan lantaran aspek kesulitan ekonomi.
"Tidak boleh ada anak Indonesia nan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan lantaran mempunyai kesulitan ekonomi, keahlian intelektual, keterbatasan fisik, alias berada di wilayah nan terpencil seperti di Pulau Arar ini. Ini adalah petunjuk nan sungguh-sungguh kami tunaikan semaksimal mungkin," kata Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Hal tersebut diungkapkan olehnya saat berjamu ke Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (27/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Kemendikdasmen pun menjadikan sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), serta sekolah dengan kerusakan bentuk berat sebagai prioritas program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026. Selain pembangunan bentuk sekolah, pemerintah juga menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperluas akses pendidikan di wilayah terpencil.
Dia menjelaskan terdapat lima model jasa pendidikan nan terus diperkuat, yakni:
1. Pendidikan jarak jauh (PJJ).
2. Sekolah satu atap.
3. Sekolah terbuka berbasis organisasi belajar.
4. Pendidikan kesetaraan.
5. Kursus dan pelatihan.
Menurutnya, beragam model tersebut dirancang agar jasa pendidikan dapat menyesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di daerah.
"Kita merasakan semangat nan sama untuk memajukan pendidikan di Tanah Air. Mari bersama-sama kita bangkitkan semangat agar anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi emas Indonesia 2045," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambuaya mengatakan bahwa kunjungan Mendikdasmen ke Pulau Arar menjadi momen krusial bagi masyarakat sekitar.
"Ini pertama kali menteri bisa sampai di Pulau Arar," kata Adolof.
Dia menjelaskan bahwa Papua Barat Daya mempunyai sekitar 160 ribu peserta didik, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu pembimbing nan tersebar di lebih dari 900 kampung. Karena itu, tantangan pemerataan jasa pendidikan di wilayah tersebut memerlukan support dan komitmen berbareng dari pemerintah pusat maupun daerah.
Dampak program pendidikan pemerintah dirasakan langsung oleh siswa di Pulau Arar. Meske Salomina Sosir, siswa SMA Unimuda Pulau Arar, mengaku selama bertahun-tahun belajar di gedung sekolah nan rusak dan kurang layak.
Namun melalui program revitalisasi, kondisi sekolah sekarang berubah total dengan ruang belajar nan telah direnovasi dan dibangun kembali.
Meske mengatakan sebelumnya banyak siswa nan enggan datang ke sekolah lantaran kondisi gedung nan tidak nyaman. Kini, setelah ruang kelas diperbaiki, siswa mulai kembali aktif mengikuti pembelajaran.
"Pembangunan sudah selesai satu bulan lalu. Kelasnya sudah dimanfaatkan, sudah bisa belajar. Perasaannya sangat gembira. Setiap hari jika pagi belum ada guru, pasti kita siswa pertama datang," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Pulau Arar.
"Terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto beserta Bapak Menteri Abdul Mu'ti. Kiranya atas berkah nan Bapak berikan kepada kami di sekolah SMA Unimuda Pulau Arar, dapat menunjang murid-murid untuk bisa belajar dan bersenang-senang," pungkasnya Meske.
Sebagai info tambahan, penerima faedah revitalisasi lainnya adalah SD Inpres 27 Kabupaten Sorong nan menerima support pembangunan toilet, ruang UKS, dan rumah dinas guru. Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu'ti disambut antusias oleh pembimbing dan siswa sekolah sebelum meninjau langsung akomodasi nan telah dibangun dan siap dimanfaatkan.
Abdul Mu'ti kemudian meresmikan hasil revitalisasi tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan akomodasi pendidikan nan lebih layak dan mendukung proses belajar mengajar di wilayah terpencil Papua.
(prf/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·