Jakarta -
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan kehadiran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menghadirkan kesempatan kerjasama untuk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dia pun memastikan KDKMP tidak bakal 'mematikan' warung upaya warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Yandri usai pembukaan Seminar Nasional KDKMP di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kompleks Pelabuhan Perikanan Nusantara, Ternate, Maluku Utara, hari ini.
"Dengan adanya Kopdes itu mau bekerja-sama dengan UMKM, dengan usaha-usaha di desa, dengan BUMDes. Inti pokoknya adalah tidak ada nan dibunuh, tidak ada nan ditinggalkan," tegas Yandri, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yandri pun menjelaskan narasi pemerintah bakal menutup warung kelontong di desa imbas kehadiran Kopdes Merah Putih. Dia menegaskan rumor nan beredar di media sosial itu tidak betul namalain hoax.
"Informasi nan dimuat di AI (artificial intelligence) di media sosial itu tidak benar. Kami, baik Menko Pangan maupun Menteri Desa, tidak pernah mengeluarkan pernyataan satu kata pun tentang penutupan warung-warung di desa, termasuk melarang di radius 2 kilometer," tuturnya.
Kemendes PDT telah melaporkan penyebar buletin hoax soal Kopdes itu ke Mabes Polri. Yandri meminta abdi negara penegak norma mengusut dan memproses norma penyebar info menyesatkan nan merugikan program KDKMP.
"Kami minta kepada abdi negara penegak norma untuk menilai secara tuntas, lantaran jika kita lihat dari netizen ya, itu banyak nan kemakan dengan info salah itu, itu info sangat menyesatkan," ungkap Yandri.
Dia kembali menegaskan pemerintah sama sekali tidak ada niat menutup warung di desa untuk beroperasi. Apalagi sampai melarang pembangunan warung kelontong dengan radius 2 kilometer dari letak Kopdes Merah Putih.
"Kami tidak pernah menyampaikan itu dan itu dibuat oleh teknologi AI. Jadi tidak perlu masyarakat percaya dan hentikan provokasi seperti itu, lantaran sangat mengganggu stabilitas nasional," tuturnya.
"Tapi sekali lagi, lantaran itu sangat merusak situasi di akar rumput, jadi saya kira perlu sekali abdi negara penegak norma untuk serius mengusut tuntas siapa penyebar info itu," tambah Yandri.
Yandri melanjutkan, Kopdes Merah Putih tidak datang untuk bersaing dengan UMKM alias warung kelontong. KDKMP ditegaskan bukan supermarket sebagaimana narasi nan beredar di publik.
"Nanti Kopdes itu berfaedah untuk prasarana pemerintah, misalkan penyaluran bantuan, kemudian barang-barang bersubsidi. Kami haqqul yakin, penduduk desa pasti datang (ke Kopdes). Saya percaya efektif, lantaran dia bakal menjadi prasarana pemerintah," terangnya.
Kopdes juga berkedudukan sebagai offtaker, ialah berfaedah sebagai pembeli utama alias penjamin pasar nan menyerap secara langsung hasil produksi warga, petani, alias pelaku UMKM di sekitarnya. Yandri menuturkan, pembangunan KDKMP terus digenjot.
"Insyaallah di akhir Agustus itu dari 35.000 Kopdes Merah Putih, 800-an nan bakal selesai, itu tahap satu. Karena jujur, selama ini kita punya hambatan di lahan ya," jelasnya.
Dia menuturkan persoalan lahan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih diselesaikan secara bertahap. Seminar Nasional KDKMP juga menjadi arena untuk mencari solusi setiap masalah dalam mengimplementasikan program nasional ini.
"Ini langkah kami dari Kementerian Desa berbareng asosiasi desa nan terdiri dari 4 asosiasi kepala desa 2 asosiasi perangkat desa, 2 asosiasi badan permusyawaratan desa, 1 asosiasi mantan kepala desa dan 1 aktivitas masyarakat desa," tutupnya
(akd/ega)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·