Jakarta -
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan adanya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak bakal menutup keberadaan warung-warung alias toko kelontong nan ada di desa. Justru sebaliknya, keberadaan KDMP bakal bekerja-sama dengan warung-warung dan toko-toko nan ada di desa.
Lebih lanjut, Yandri mengatakan keberadaan KDMP di desa tidak hanya bakal mempermudah dan menguntungkan warung-warung nan ada di desa, tapi juga bakal memudahkan masyarakat nan ada di desa. Karena, KDMP merupakan prasarana pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi.
"KDMP adalah prasarana pemerintah. Jadi barang-barang bersubsidi semua bakal disalurkan melalui KDMP, artinya kelak masyarakat bakal betul-betul menikmati subsidi pemerintah itu, jadi masyarakat beli peralatan ya peralatan subsidi. Kalau selama ini kan sudah terlalu panjang rantai distribusi, kan mahal. Kemudian ketepatan waktu, keberlangsungan stok itu kan krusial juga," ujar Yandri, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka Insyaallah sejenak lagi Perpresnya bakal turun tentang komitmen BUMN untuk menjadikan Kopdes menjadi penyaluran barang-barang bersubsidi seperti gas melon, pupuk, beras SPHP itu bakal membikin KDMP menjadi hidup lantaran kelak bakal ada margin alias keuntungannya, ongkos kirim dan lain sebagainya," kata Yandri.
Hal tersebut dia katakan saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Merah Putih Provinsi Banten di Aston Anyer Beach Hotel, Jumat (7/8).
Selain itu, lanjut Yandri, KDMP juga bakal berfaedah sebagai offtaker, jika nilai ikan di desa nelayan lagi jatuh bakal dibeli oleh KDMP, lantaran ada ada cold storage-nya.
Tidak hanya itu kelak sistem KDMP bakal saling mengetahui potensi desa nan lain. Jadi, jika desa nelayan mempunyai banyak ikan dan desa lain tidak ada ikan, mungkin bisa subtitusi alias bisa saling tukar peralatan kebutuhan.
Hal tersebut juga bertindak bagi petani nan ada di desa. Gabah hasil dari petani kelak juga bisa dibeli oleh KDMP, lantaran kelak ada penyimpanan nan bisa menyimpan hasil panen petani dan juga ada truk nan bakal dimaksimalkan untuk mengambil dari hasil-hasil pertanian.
Oleh lantaran itu, Yandri membujuk seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan juga masyarakat desa untuk menyukseskan program KDMP ini.
Yandri menilai program hasil dari pendapat besar Presiden RI Prabowo Subianto tersebut sangat mulia nan bermaksud untuk menyejahterakan masyarakat desa.
"Ekosistem KDMP sedang dibangun. Kalau masyarakat minta Kopdes sukses ya memang belum, lantaran sedang berproses, belum berjalan, lagi pematangan operasionalisasinya, sekarang sedang tahap finalisasi gudang, gerai dan perangkat logistiknya," ujar Yandri.
"Insyaallah kelak akhir Agustus 35ribu sekian KDMP selesai," sambungnya.
Yandri menambahkan nantinya, aset KDMP bakal menjadi milik desa, kemudian 20% untung KDMP menjadi pendapatan original desa. Sisa hasil upaya tersebut, lanjut Yandri, dibagikan ke rakyat desa.
Sebagai informasi, aktivitas ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih Anwar Sadat.
Turut mendampingi Yandri ialah Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (Dirjen PEID) Kemendes Tabrani; dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendes Agustomi Masik.
(akd/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·