Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan banjir nan melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada 3 Agustus 2026 tidak separah musibah banjir sebelumnya.
Pernyataan itu disampaikan Tito dalam konvensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
“Ini banjir tanggal tiga. Hujan, tapi enggak seperti banjir nan lebat nan dulu, berhari-hari, empat sampai lima hari,” kata Tito.
Tito menjelaskan, banjir di Padang kali ini tidak membawa material lumpur seperti musibah sebelumnya. Meski menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan dan rumah warga, tidak ada kerusakan berat pada rumah maupun akomodasi umum.
“Banjir juga tidak membawa lumpur, tapi air. Genangan-genangan air terjadi, tidak ada rumah-rumah alias akomodasi nan rusak terlalu berat, enggak ada. Tapi ya genangan di jalan-jalan cukup mengganggu,” jelas Tito.
“Dan kemudian ada juga nan kena rumah, iya. Tapi jauh tidak separah, tidak bawa lumpur seperti nan dulu,” tambah dia.
Lebih lanjut, Tito mengatakan pemerintah wilayah telah menangani akibat banjir dengan support TNI, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Pak wali kota, Pak sekda provinsi, sudah bekerja memberikan support juga, makanan dan lain-lain. Dan intinya, mereka sudah dapat ditangani dengan support TNI, Polri, dan BNPB,” tutur Tito.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 3 Agustus 2026 setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur area tersebut. Genangan air merendam sejumlah ruas jalan dan permukiman penduduk sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Namun, berasas keterangan pemerintah, banjir kali ini tidak disertai material lumpur dan tidak menimbulkan kerusakan berat pada rumah maupun akomodasi umum. Penanganan dilakukan oleh pemerintah wilayah dengan support TNI, Polri, dan BNPB.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·