Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |12:26 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya melakukan diversifikasi negara pemasok bahan baku plastik berupa nafta untuk industri plastik. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya melakukan diversifikasi negara pemasok bahan baku plastik berupa nafta untuk industri plastik dalam negeri menyusul keterbatasan pasokan akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso tidak menampik adanya kelangkaan bahan baku plastik nan berakibat pada kenaikan nilai bungkusan plastik di pasaran. Kondisi tersebut juga membikin pelaku industri kesulitan memperoleh nafta lantaran sebagian besar pemasok berasal dari area Timur Tengah.
“Kami mencari pengganti dari India, Amerika, dan Afrika,” kata Budi Santoso di instansi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Budi menekankan bahwa saat ini Indonesia tetap dalam proses negosiasi dengan pihak di masing-masing negara tersebut. Pembahasan mengenai rantai pasok tetap menjadi tantangan, mengingat waktu pengiriman nan lebih panjang dibandingkan pengedaran dari Timur Tengah.
“Ini memerlukan waktu. Sekarang tetap memproses dengan stok nan ada. Sebab, ini berpindah, dan saat ini kondisi perang, sehingga pengapalan menjadi lebih lambat,” ujarnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·