Liputan6.com, Jakarta - Ridho Rahmadi mundur dari kedudukan Ketua Umum DPP Partai Ummat. Ia mengaku kesulitan membagi waktu antara mengurus partai dan menjalankan tugas sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta.
Pengunduran diri Ridho diterima Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan Ridho selama sekitar setahun kudu bolak-balik Yogyakarta-Jakarta untuk menjalankan dua tanggung jawab tersebut.
“Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah lantaran beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran, dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur Politeknik AI di Jogja,” kata Sambo dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Menurut Sambo, kedua tanggung jawab itu sama-sama memerlukan waktu, tenaga, dan pikiran penuh. Kondisi tersebut berakibat pada kesehatan Ridho nan menjadi sering sakit.
Keputusan mundur diambil setelah Ridho melakukan perenungan serta berkonsultasi dengan Amien Rais, keluarga, dan Sekretaris Majelis Syura.
Meski tak lagi memimpin partai, Ridho nan merupakan menantu Amien Rais tetap berkecimpung di Partai Ummat sebagai personil Majelis Syura.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·