Ilustrasi(Dok Istimewa)
PERNAHKAH Anda merasa Spotify alias TikTok selalu memutar lagu nan sama? Itu bukan kebetulan. Algoritma platform musik dirancang untuk mengulang konten nan sudah populer, membikin susah bagi artis baru untuk ditemukan. Jorden Smith, seorang kurator musik independen, mencoba mengubah perihal itu.
Melalui akun TikTok @infiernosz, Jorden secara konsisten menghadirkan rekomendasi musik nan jarang muncul di laman For You. Ia mengulas lagu dari artis independen di Indonesia, Korea, Thailand, Amerika Latin, dan banyak lagi.
"Masalahnya bukan tidak ada musik bagus di luar sana. Masalahnya adalah algoritma tidak menunjukkannya ke kamu. Aku di sini untuk jembatannya," kata Jorden Smith.
Perjalanan Jorden sebagai kurator musik dimulai dari kegemarannya mendengarkan musik lintas aliran dan negara. Ia menyadari banyak lagu dahsyat nan terlewatkan hanya lantaran artisnya tidak berasal dari pasar musik besar alias tidak punya label besar di belakangnya.
Dalam ulasannya di TikTok, Jorden tidak hanya merekomendasikan lagu. Ia juga memberikan konteks dari mana aliran ini berasal, siapa influensernya, dan kenapa lagu ini berbeda dari nan lain. Pendekatan ini membikin kontennya tidak hanya informatif tapi juga mengedukasi pengikutnya.
Selain merekomendasikan, Jorden juga aktif memberikan feedback kepada artis nan mengirimkan karya mereka. Ia percaya bahwa kritik nan konstruktif adalah salah satu langkah terbaik untuk membantu musisi berkembang.
"Banyak artis muda nan punya talenta tapi tidak punya akseske produser alias A&R. Feedback dari kurator bisa jadi satu-satunya masukan ahli nan mereka terima," jelasnya.
Di era streaming, jumlah lagu nan dirilis setiap hari mencapai puluhan ribu. Tanpa kurator nan memilah dan mengulas, musik berbobot bakal terus tenggelam di antara konten nan mengikuti tren. Jorden Smith adalah salah satu dari sedikit orang nan berupaya memastikan musik bagus tidak lenyap begitu saja. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·