Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak kuasa meneteskan air mata saat menonton movie dokumenter Pesta Babi.

"Saya kemarin menangis ketika memandang movie Pesta Babi. Itu betul adanya," kata Megawati dalam forum National Policy Dialogue berjudul Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (25/5).

Mega menyoroti sudah berapa banyak rimba di Indonesia nan beranjak kegunaan menjadi pohon kelapa sawit hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan di sana terdapat norma budaya hingga tradisi nan kudu dihargai.

Mega menekankan pentingnya menghormati norma budaya dan kewenangan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

"Di sana ada tradisi adat, ada norma adat, ada norma wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?," ucap dia.

Selain itu, Mega juga menyoroti beragam persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional nan dinilai kian menjauh dari semangat kedaulatan bangsa.

Ia mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam nan dinilai mendorong kerusakan lingkungan, alih kegunaan lahan pertanian, hingga mengabaikan kewenangan masyarakat adat.

Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, belakangan menuai sorotan. Dokumenter ini dirilis pada 2026, diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru. Film ini merekam kondisi masyarakat budaya di Indonesia, khususnya Papua dan perjuangan kewenangan atas lahan mereka.

Salah satu nan paling disoroti dalam movie dokumenter ini adalah proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan nan dinilai sebagian pihak berakibat terhadap lingkungan hidup dan kewenangan masyarakat adat.

Beberapa waktu terakhir pembubaran aktivitas nobar movie Pesta Babi di sejumlah tempat di Indonesia marak terjadi. Aktor pembubaran nobar dan obrolan itu ada nan dari pihak abdi negara seperti TNI dan Polri, hingga pihak kampus.

Contohnya di Universitas Mataram (NTB) nan obrolan dan nobar movie Pesta Babi dibubarkan otorita kampus, lampau di Universitas Khairun dan Benteng Oranje, Ternate (Maluku Utara) nan pembubaran dilakukan abdi negara TNI AD.

Selain itu rumah produksi movie dokumenter WatchDoc dan jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia juga mencatat ada dugaan penolakan ruang pemutaran hingga pembatalan sepihak pemutaran oleh pemilik tempat.

Terpisah, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak melarang aktivitas nonton bareng (nobar) dan obrolan movie dokumenter oe.

Ia beranggapan materi movie itu tetap wajar, dan meminta penduduk tak terpancing hanya lantaran judul, serta dipersilakan untuk menontonnya.

Ia menilai publik justru perlu diberi ruang untuk menonton hingga mendiskusikan isi movie tersebut secara terbuka.

"Kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi nan provokatif. Judul movie dokumenter itu sendiri memang kontroversial," kata Yusril dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).

(mnf/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional