Megawati Bandingkan Hukuman Pencuri Labu dengan Koruptor

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik penegakan norma di Indonesia. Dia menilai norma memang ada, namun keadilan bagi seluruh rakyat dan penegakan norma tanpa penyalahgunaan kekuasaan belum melangkah dengan baik. Dia lantas membandingkan kasus pencuri labu dengan korupsi. 

Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berbareng kader PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).

Megawati awalnya mempertanyakan apakah kemerdekaan sudah betul-betul dirasakan seluruh rakyat. Dia juga menyoroti kesempatan masyarakat untuk hidup layak dan kesenjangan ekonomi nan semakin melebar.

Menurut Megawati, persoalan tersebut berangkaian erat dengan penegakan hukum. Negara hukum, kata dia, kudu bisa memberikan keadilan bagi seluruh rakyat.

“Jalan ini menuntut support sistem politik, khususnya perwujudan Indonesia sebagai suatu negara hukum. Hukum itu kudu ditegakkan, bukan seperti sekarang ini,” kata Megawati.

Dia menegaskan keberadaan norma saja tidak cukup. Penegakan norma kudu melangkah dengan rasa keadilan dan tidak boleh disertai penyalahgunaan kekuasaan.

“Hukum nan ada tetap ada, tetapi nan namanya berkeadilan bagi semua tanpa adanya penyalahgunaan kekuasaan tidak melangkah dengan baik,” ujarnya.

Megawati kemudian menyinggung kasus seorang ibu nan dihukum dua bulan lantaran mencuri buah labu. Kasus tersebut dibandingkannya dengan korupsi nan menurut dia tetap terjadi dalam jumlah besar.

“Saya bilang, aduh ilah, orang-orang norma ini kok keren banget ya sekarang. Tapi kalian sendiri kan memandang barusan ini kan terbuka nan namanya korupsi luar biasa,” tuturnya.

Megawati pun mempertanyakan apakah pola penegakan norma seperti itu nan diinginkan setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

“Coba pikirkan, apakah keadilan itu nan mau kita dapatkan? nan mau kita kerjakan bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Dia mengingatkan bahwa setiap penduduk negara mempunyai kewenangan nan sama di mata hukum. Prinsip tersebut, menurut Megawati, kudu betul-betul dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Megawati juga meminta abdi negara penegak norma tak kehilangan rasa kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

“Jangan Anda tidak punya perikemanusiaan dan berkeadilan,” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita