Mayday Mayday! Serangan Rahasia UEA ke Iran Bisa Jadi Perang Baru

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Risiko keterlibatan langsung negara-negara Teluk dalam perang melawan Iran dilaporkan meningkat tajam setelah terungkap bahwa Uni Emirat Arab (UEA) secara rahasia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Teheran.

Ketegangan ini diperparah dengan klaim Kuwait nan sukses menangkap empat personil Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) saat mencoba melancarkan serangan teroris di Pulau Bubiyan.

Mengutip The Guardian, serangan rahasia UEA tersebut dilaporkan sebagai tindakan balas dendam atas gempuran Iran terhadap akomodasi milik mereka sebelumnya. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, salah satu serangan UEA menyasar Pulau Lavan milik Iran sesaat sebelum gencatan senjata pada 7 April diumumkan.

Kabar mengenai operasi militer rahasia ini menempatkan UEA sebagai sasaran utama Iran jika gencatan senjata saat ini berakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump apalagi telah memperingatkan bahwa gencatan senjata tersebut sekarang berada di ujung tanduk lantaran kegagalan Iran dalam memberikan konsesi mengenai program nuklirnya.

"Gencatan senjata ini hanya berjuntai pada seutas benang," ujar Trump pada Senin, (11/5/2026).

Di sisi lain, Pentagon mengungkapkan bahwa biaya perang dengan Iran telah membengkak drastis hingga mencapai nyaris US$29 miliar (Rp507,5 triliun). Angka ini melonjak sekitar US$4 miliar (Rp70 triliun) dibandingkan perkiraan dua pekan sebelumnya.

Laporan intelijen juga mengungkap bukti penggunaan jet tempur Mirage buatan Prancis dan drone Wing Loong buatan China oleh UEA dalam operasi di wilayah Iran. Meskipun UEA mendapatkan support pertahanan berupa baterai rudal Iron Dome dari Israel melalui mediasi Duta Besar AS Mike Huckabee, langkah militer UEA ini justru memicu keretakan diplomatik di antara negara-negara Teluk lainnya.

Arab Saudi, melalui mantan duta besarnya Turki al-Faisal, menegaskan pentingnya menahan diri agar tidak terjebak dalam rencana Israel untuk menyulut perang besar dengan Iran nan dapat menghancurkan seluruh kawasan. Jika perang total pecah, akomodasi minyak, instalasi desalinasi, hingga proyek Vision 2030 milik Arab Saudi terancam hancur total.

"Jika rencana Israel sukses menyulut perang antara kami dan Iran, area ini bakal berubah menjadi negara nan hancur lebur," tulis al-Faisal.

Sementara itu, akibat serangan Iran sebelumnya telah melumpuhkan pabrik gas terbesar milik UEA, Adnoc Gas, nan diperkirakan tidak bakal beraksi penuh hingga tahun 2027.

Di tengah kekacauan ini, blok baru nan terdiri dari Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Qatar mulai terbentuk untuk menghindari bentrok langsung dengan Iran sembari terus mengecam ekspansi Israel di wilayah tersebut.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News