May Day! May Day! Harga Plastik Makin Mahal, Pedagang Sudah Teriak

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). Hal ini dilakukan untuk mengurangi modal tetap upaya seiring kenaikan nilai plastik imbas perang di Timur Tengah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kondisi ini tentu sangat berkapak ke para pembeli produk plastik di pasar, nan mana kebanyakan adalah pedagang makanan alias pemilik kantin. Sebab kenaikan nilai ini langsung membikin modal mereka untuk berbisnis meningkat pesat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Salah satunya Bagus (29), penjual bakmi Jawa nan kerap membeli wadah makanan plastik alias thinwall untuk pembelian nan dibawa pulang. Ia mengatakan kenaikan nilai ini sudah mulai dirasakan sekitar dua minggu lalu, namun saat itu kenaikan nilai belum separah ini. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Ia mengaku sebelumnya biasa membeli thinwall seharga Rp20.000–25.000, namun sekarang naik menjadi Rp40.000 saat berbelanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pada akhirnya, dia mengaku di tempatnya berjualan, unik untuk pembelian dibawa pulang dikenakan tambahan biaya sebesar Rp2.000 per bungkus. Sementara untuk makan di tempat, nilai tetap sama dan tidak mengalami perubahan. “Ya, paling kita tambah Rp2.000 buat nan dibungkus, jika makan di tempat tetap sama,” tutupnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Hal serupa juga disampaikan oleh Risma (37) pemilik warung plastik untuk wadah styrofoam nan rupanya juga ikut mengalami kenaikan. "Ini (styrofoam) naik juga lah. Ini nan isi 100 biasanya Rp 30.000, ini Rp 40.000," ucapnya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Selain menggunakan wadah styrofoam, warung makannya juga kerap menggunakan thinwall untuk balut makan alias pesanan dalam jumlah banyak. Sebab dia hanya menggunakan wadah styrofoam untuk pesanan nan bakal dibagi-bagikan di jalan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kondisi ini tentu membikin Risma menjadi bingung, karena kenaikan nilai modal beli plastik ini tak bisa diiringi dengan kenaikan nilai jual. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Para pedagang di pasar tradisional di Jakarta mulai membatasi penggunaan kantong plastik, Selasa (14/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pantauan CNBC Indonesia di lokasi, ada juga pengguna nan sengaja membeli plastik kresek dengan nilai lebih murah saat mengetahui nilai plastik kresek putih sedang nan biasa dia beli sudah naik cukup tinggi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News