
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai (foto: dok ist)
JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional nan digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh aktivis senior peristiwa Peristiwa Malari, Hariman Siregar, berbareng tokoh aktivis nasional nan juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, Bursah Zarnubi.
Acara berjalan hangat dan penuh refleksi kebangsaan dengan menyoroti pentingnya peran pekerja dalam pembangunan nasional menuju negara industri nan maju dan berkekuatan saing.
Sejumlah tokoh nan datang antara lain Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua Tim Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Kepala BNN Suyudi Ario Seto, serta sejumlah tokoh lainnya dari kalangan aktivis, akademisi, dan perwakilan organisasi buruh.
Dalam kesempatan tersebut, Bursah Zarnubi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat keberpihakan negara terhadap kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, pekerja merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional, terutama di tengah cita-cita Indonesia menjadi negara industri nan kuat di masa depan.
“Peringatan Hari Buruh Internasional ini sangat krusial lantaran pekerja dan pekerja adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak bakal ada kemajuan industri tanpa kerja keras para buruh. Karena itu, negara kudu memastikan perlindungan hak-hak pekerja, peningkatan kesejahteraan, agunan sosial, serta membuka ruang perbincangan nan sehat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja,” ujar Bursah, Sabtu (2/5/2026).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·