Mau Dikeluarkan dari Holding BUMN Farmasi, Kimia Farma Buka Suara

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Jakarta -

Danantara berencana memisahkan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dari holding farmasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bio Farma (Persero).

Saat ini Kimia Farma tetap menunggu pengarahan lanjutan dari Danantara dan Bio Farma.

"Kami menunggu dari Biofarma, lantaran kami sebagai objek di sini. Bukan kami berinisiatif, tapi kami ada sebagai objek, di mana teman-teman dari Bio Farma lah nan bakal menentukan," ungkap Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam dalam aktivitas Public Expose di instansi Bio Farma Group, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djagad mengaku tak bisa memastikan kapan pemisahan tersebut dilakukan. Pasalnya, rencana tersebut menjadi inisiatif dari Danantara dan Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi.

Meski begitu, Kimia Farma mengikuti pengarahan Danantara. Djagad mengatakan, Danantara berencana memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 250 perusahaan.

"Pelaksanaan deholdingisasi, kita menunggu saja, sesuai dengan arah Bio Farma. Tapi jika streamlining, pengurangan alias mengurangi jumlah anak usaha, itu kita sedang berproses," jelasnya.

Djagad menambahkan, Kimia Farma telah memperbaiki portofolio produk sepanjang tahun 2025. Setidaknya, perseroan telah memangkas sebanyak 181 produk menjadi 494 produk sepanjang tahun lalu.

"Kimia Farma melakukan rasionalisasi alias penghapusan produk nan tidak kita teruskan produksinya sebesar 181 produk, sehingga jumlah produk eksisting pada tahun 2025 turun dari 675 menjadi 494," pungkasnya.

(ahi/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance