Mantan PNS Jadi Guru Ngaji di Kediri Cabuli 12 Anak, Begini Modusnya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Korban pencabulan oleh mantan pembimbing pegawai negeri sipil (PNS) nan menjadi pembimbing ngaji di Kediri, Jawa Timur, berinisial HO mencapai 12 anak.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan jumlah korban diketahui setelah adanya pendataan berbareng perangkat desa dan para korban.

"Pada saat dilakukan pendataan terhadap korban-korban nan ada, rupanya korban tersebut berjumlah cukup banyak," jelas Joshua Peter, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermulai ketika salah satu orang tua korban mengetahui anaknya diduga menjadi korban pencabulan. Laporan kemudian diteruskan kepada perangkat desa sebelum akhirnya dibawa ke Polres Kediri.

"Berdasarkan info nan sudah kami himpun, terdapat 12 anak di bawah umur nan diduga menjadi korban pencabulan oleh tersangka," jelasnya.

Meski demikian, polisi belum menutup kemungkinan adanya korban lain nan belum melapor.

"Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Kediri nan merasa menjadi korban agar segera melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Kediri," pungkasnya.

Modus pencabulan

Pria pensiunan PNS tersebut diketahui memanfaatkan tempat upaya fotokopi miliknya sebagai letak untuk menjebak dan mencabuli para korban.

Menurut Joshua, berasas hasil pemeriksaan, tindakan bejat tersangka ini dilakukan dengan langkah eksibisionisme alias memamerkan perangkat vital.

Tersangka H nan sehari-hari mengenakan sarung, secara tiba-tiba mengangkat kain sarungnya di hadapan anak-anak nan tengah berada di toko fotokopi tersebut untuk melampiaskan gairah menyimpangnya.

"Jadi untuk modus nan dilakukan oleh terduga pelaku berasas hasil pemeriksaan kami, hasil pemeriksaan ilmu jiwa nan berkepentingan melakukan pencabulan dengan langkah mempertunjukkan perangkat kelaminnya di depan korban," katanya.

Pihak kepolisian membeberkan bahwa tindakan tersangka tidak hanya sebatas memamerkan perangkat kelamin. Dari total 12 anak di bawah umur nan terdata sebagai korban, beberapa di antaranya mendapatkan perlakuan nan jauh lebih agresif. Tersangka nekat menggiring korban ke area nan lebih tertutup di dalam toko.

"Dia itu punya toko fotokopi jadi tiba-tiba dia sarungnya diangkat dan diperlihatkan perangkat kemaluannya. Korban ada 12, nan 3 itu dipanggil ke dalam dan dicium," pungkasnya.

Sebelumnya, pensiunan pembimbing berinisial H di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, diamankan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Sabtu (16/5) malam. Video penangkapan tersebut sempat viral.

Dalam video, proses penangkapan sempat diwarnai ketegangan setelah puluhan penduduk nan geram berkumpul dan berupaya menghadang mobil petugas untuk meluapkan emosi mereka kepada pelaku.

Aksi bejat laki-laki paruh baya nan juga dikenal sebagai penasihat pengurus masjid setempat ini terungkap setelah salah seorang anak bercerita di rumah, nan kemudian terdengar oleh orang tuanya.

Kepala Dusun setempat, Desi Putri menjelaskan, dari obrolan tersebut, pihak orang tua mulai menanyai anak-anak lain di sekitar lingkungan hingga akhirnya muncul pengakuan serupa.

"Awalnya satu anak bercerita di rumah, kemudian setelah ditanya lebih lanjut rupanya ada anak-anak lain nan mengalami perihal serupa. Sebenarnya kita sudah punya iktikad baik mengundang untuk duduk berbareng lah ibaratnya gitu, tapi dari pihaknya tidak datang. Masalahnya jika memang di dusun sudah tidak bisa, langsung diangkat saja," kata Desi Putri, Minggu (17/5).

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional