GPCI: Diduga Ada 1 WNI di Video Aktivis Flotila yang Dipaksa Berlutut

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta - Salah satu WNI diduga ada di dalam video nan diunggah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, nan memperlihatkan kondisi aktivis Global Sumud Flotilla dalam keadaan bertimpuh dengan dahi di lantai dan tangan diikat tali. Hal itu diketahui dari kemiripan baju nan terakhir dipakai.

"GPCI sendiri, kan pernyataan resminya kemarin itu belum bisa memastikan ya, ada alias tidaknya WNI di dalam video itu, tapi sepenglihatan beberapa Dewan Pengarah, salah satunya Ibu Maimon Ketua Koordinator Dewan Pengarah juga menyebut diduga ada satu, lantaran kemiripan baju, gitu," kata Koordinator Media GPCI Harfin Naqsyabandy saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

"Itu pun dilihat dari baju terakhir nan di foto di kapal, sama pas berlutut, gitu," ujarnya.

Baju terakhir nan dipakai salah satu WNI relawan GPCI, Hendro saat di tetap berada di kapal Kasr-1 SadabatBaju terakhir nan dipakai salah satu WNI relawan GPCI, Hendro saat di tetap berada di kapal Kasr-1 Sadabat (Foto: Dok. Istimewa)

GPCI mengatakan salah satu WNI nan terekam video itu diduga berjulukan Hendro Prasetyo nan merupakan relawan. Kemiripan baju itu terlihat dari baju nan terakhir dipakai di kapal. Dalam video nan diunggah Menteri Israel itu, diduga ada WNI pada detik ke 17, dia berambisi ada video lain nan dirilis agar dapat memastikan keberadaan WNI.

"Diduganya atas nama Hendro. Hendro ada, bajunya sama soalnya," katanya.

Salah satu WNI diduga ada di dalam video nan diunggah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, nan memperlihatkan kondisi aktivis Global Sumud Flotilla dalam keadaan bertimpuh dengan dahi di lantai dan tangan diikat tali.Salah satu WNI diduga ada di dalam video nan diunggah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, nan memperlihatkan kondisi aktivis Global Sumud Flotilla dalam keadaan bertimpuh dengan dahi di lantai dan tangan diikat tali. Foto: (Foto: X/@itamarbengvir)

Hendro merupakan salah satu WNI nan kapalnya terakhir mengalami intercept Israel pada Selasa malam. Namun dalam video nan beredar tampak semua aktivis menunduk, wajahnya tidak terlihat.

Diketahui, sebelumnya ada 2 WNI nan ditahan tentara Israel dari kapal Kasr-1 Sadabat.

"Kapal Kaskas Sadabad, nan terakhir di Intercept. nan terakhir di Intercept 23.50an," katanya.

GPCI mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan kontak langsung dengan pihak otoritas untuk memulangkan para WNI. GPCI juga melakukan pertemuan dengan Kemlu hari ini untuk berkoordinasi mengenai pemulangan WNI.

"Kita mau ketemu Kemenlu bentar nih, mau ketemu Ditjen Perlindungan, membahas soal upaya-upaya pemulangan, penyelamatan, seperti apa, langkah-langkah. Kita bakal menanyakan perincian ke Kemenlu," katanya.

Sebelumnya total WNI nan ditahan tentara Israel 9 orang. Berikut daftar 9 WNI nan diculik tentara Israel berasas laporan GPCI:

1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro

3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1

5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1

6. ⁠Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize

7. ⁠Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk

8. ⁠Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk

9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah video dirinya memperlakukan para aktivis Global Sumud Flotilla nan hendak menuju Gaza sekarang ditahan di Israel. Para aktivis terlihat dalam keadaan bertimpuh dengan dahi di lantai serta tangan diikat tali.

Dilansir Al Jazeera, unggahan Ben-Gvir itu diimbuhkan keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel bergema saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi. Terlihat ada aktivis nan memegang paspor di tangannya.

(yld/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News