Mantan Pembalap F1 Semprot Lewis Hamilton Gara-Gara Ngamuk di Radio saat F1 GP Belanda 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mantan Pembalap F1 Semprot Lewis Hamilton Gara-Gara Ngamuk di Radio saat F1 GP Belanda 2026

Mantan Pembalap F1 Semprot Lewis Hamilton Gara-Gara Ngamuk di Radio saat F1 GP Belanda 2026 (Instagram/@lewishamilton)

JAKARTA - Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, menyemport pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, gara-gara meluapkan kekesalannya melalui radio tim di F1 GP Belanda 2026. Ia menilai, Lewis Hamilton semestinya bisa lebih menahan diri. 

1. Hamilton Ngamuk di Radio

Kekesalan Lewis Hamilton terhadap Ferrari menjadi salah satu topik nan ramai dibicarkan setelah F1 GP Belanda 2026. Juara bumi tujuh kali itu berulang kali mengungkapkan ketidakpuasannya melalui radio tim saat balapan berlangsung. Ia mempertanyakan strategi nan diterapkan serta waktu nan terbuang saat berada di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc.

Sehari setelah balapan, Hamilton menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial atas caranya meluapkan kekesalan. Ia mengakui emosinya sempat tak terkendali di tengah situasi nan memanas. Ia menegaskan kembali komitmennya terhadap Ferrari dan menjelaskan bahwa luapan emosinya di radio tim muncul dari kemauan untuk meraih hasil terbaik bagi tim, bukan lantaran kurangnya kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.

 Scuderia Ferrari) Lewis Hamilton melaju di F1 GP Barcelona-Catalunya 2026 (Foto: Scuderia Ferrari)

2. Ralf Schumacher Semprot Hamilton

Melansir gpblog, Jumat (28/8/2026), saat berbincang di podcast Backstage Boxengasse, Schumacher mengatakan dia bisa memahami kekesalan Hamilton sesaat setelah balapan usai, terutama ketika emosi tetap meluap-luap. Namun, mantan pembalap F1 itu beranggapan bahwa usia, pengalaman, dan status Hamilton di bumi balap menuntutnya untuk menyikapi situasi tersebut dengan langkah berbeda, khususnya mengenai kritik terbuka terhadap Ferrari.

"Saya bisa memahami adanya rasa frustrasi. Hal itu wajar dirasakan seorang pembalap, apalagi sesaat setelah balapan ketika emosi tetap memuncak. Namun, mengingat usia dan reputasinya, dia bisa saja menyikapinya dengan langkah nan sedikit berbeda. Terutama saat kudu mengkritik tim di depan publik," tuturnya.

Ia juga berpendapat, saat ini Ferrari lebih berkuasa mendapatkan kesabaran dari Hamilton—dan bukan sebaliknya. Hal ini mengingat sulitnya musim pertama sang juara bumi tujuh kali itu berbareng tim tersebut. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com