Beauty With a Purpose 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Desa Letepalolo, Wujudkan Akses Energi Bersih untuk Masa Depan yang Lebih Terang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Beauty With a Purpose 2026 Hadirkan Harapan Baru bagi Desa Letepalolo, Wujudkan Akses Energi Bersih untuk Masa Depan nan Lebih Terang

Beauty With a Purpose program sosial dari Yayasan Miss Indonesia hadirkan proyek kemanusiaan di NTT. (Foto: Yayasan Miss Indonesia)

JAKARTA — Beauty With a Purpose (BWAP), program sosial dari Yayasan Miss Indonesia nan telah menjadi bagian dari platform dunia Miss World, kembali menghadirkan proyek kemanusiaan bertema "Habis Gelap, Terbitlah Terang." Program ini bermaksud menghadirkan akses listrik tenaga surya bagi masyarakat Desa Letepalolo, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Selama bertahun-tahun, Beauty With a Purpose menjadi wadah bagi para finalis dan pemenang Miss Indonesia untuk menciptakan akibat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya mengedepankan kecantikan, BWAP menanamkan nilai kepedulian, empati, serta tindakan nyata dalam menjawab beragam tantangan sosial di Indonesia. Berbagai proyek nan dijalankan menjadi bukti bahwa kecantikan sejati lahir dari kontribusi nyata bagi sesama.

Beauty With a Purpose program sosial dari Yayasan Miss Indonesia hadirkan proyek kemanusiaan di NTT

Pada tahun 2026, BWAP mengangkat semangat perjuangan R.A. Kartini melalui tema 'Habis Gelap, Terbitlah Terang', nan memaknai sinar bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan, pendidikan, keamanan, kesempatan, dan masa depan nan lebih baik bagi masyarakat nan hidup dalam keterbatasan.

Desa Letepalolo dipilih lantaran tetap menghadapi keterbatasan akses listrik. Puluhan rumah belum menikmati listrik sehingga aktivitas masyarakat pada malam hari tetap berjuntai pada lampu minyak maupun lilin. Kondisi tersebut turut memengaruhi akses pendidikan, produktivitas, hingga kualitas hidup masyarakat.

Melalui proyek ini, BWAP membangun akomodasi organisasi nan dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), memasang lampu tenaga surya di rumah-rumah warga, serta memberikan training kepada masyarakat agar bisa mengoperasikan dan merawat sistem daya tersebut secara mandiri. Fasilitas tersebut juga bakal dikembangkan menjadi Perpustakaan Kartini sebagai ruang belajar bagi anak-anak desa. Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga menghadirkan aktivitas pendidikan serta training keahlian bagi masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com