Sukoharjo -
Polisi mengungkap peran mantan artis Fabiola Elizabeth dalam tindakan penipuan alias scammer jaringan internasional di Solo Baru, Sukoharjo. Fabiola bekerja untuk merayu para calon korbannya hingga terjerat dalam investasi bodong nan dijalankan oleh komplotannya.
"Jadi model nan dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan nan dikehendaki korban," kata Dirresiber Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih, dilansir detikJateng, Minggu (7/6/2026).
Fabiola direkrut untuk meyakinkan calon korban sehingga mereka bersedia berinvestasi pada mata uang digital bodong scammer. Fabiola bekerja 'mengambil alih' marketing jika korban belum yakin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka nan tampil adalah bukan marketing, tapi model. Karena marketing ini mau agar korban segera melakukan investasi nan sudah ada, nan sudah ditawarkan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyebut dalam jaringan tersebut Fabiola berkedudukan sebagai pacar jika calon korban mau melakukan video call (VC). Artanto enggan memerinci saat ditanya apakah VC nan dilakukan Fabiola menjurus kepada pornografi.
"Yang berkepentingan sebagai talent berkedudukan sebagai pacar pada saat korban mau video call terhadap siapa musuh bicaranya," ungkap Artanto, Selasa (2/6).
Fabiola berasosiasi dengan komplotan scammer jaringan internasional itu sejak awal tahun ini. Dia berasosiasi dengan jaringan scammer internasional usai memandang adanya lowongan di media sosial Facebook.
"Yang berkepentingan melamar menjadi tenaga kerja di PT Digi Konsultan tersebut lantaran ada lowongan lamaran kerjaan di FB dan TikTok alias medsos ya secara umumnya," ungkapnya.
Baca selengkapnya di sini.
(wnv/haf)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·