arida Hanum,9, seorang anak wanita memperlihatkan jamur kulat pak (nama lokal) di area Desa Blang Garot, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Aceh. Jamur kulat pak tumbuh liar di kebun kosong dan pinggiran sawah saat cuaca dingin dan lembab. Warga A(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
MEMASTIKAN anak mendapatkan asupan protein nan cukup sering kali dianggap sebagai beban finansial nan besar bagi keluarga. Namun, mahir menekankan bahwa pemenuhan nutrisi krusial ini tidak selalu kudu mengandalkan bahan pangan mahal. Dengan strategi nan tepat dan pemanfaatan sumber daya lokal, family dapat menjaga kualitas tumbuh kembang anak meski dengan anggaran terbatas.
Dalam media forum bertema “Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal” nan digelar di Jakarta, Rabu (26/8/2026), Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menegaskan bahwa kunci utama kesehatan anak bukan terletak pada nilai bahan makanan, melainkan pada penerapan gizi seimbang.
Pentingnya Gizi Seimbang dan Variasi Pangan
Menurut Tara, arti sehat nan sebenarnya adalah ketika orang tua bisa menerapkan pola makan nan komplit dan bervariasi. Protein merupakan komponen krusial, namun tidak boleh berdiri sendiri tanpa support unsur gizi lainnya.
“Definisi sehat adalah kita kudu menerapkan gizi seimbang, lengkap, dan juga bervariasi. Itu nan paling penting,” ujar Tara. Ia menambahkan bahwa family tidak perlu berjuntai pada satu jenis sumber protein tertentu saja. Keberagaman bahan pangan nan tersedia di sekitar rumah justru menjadi kunci agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi secara optimal tanpa menguras kantong.
Literasi Gizi sebagai Solusi Ekonomi
Salah satu halangan dalam pemenuhan gizi adalah kurangnya pemahaman mengenai pengganti bahan makanan. Tara menekankan pentingnya literasi gizi bagi orang tua. Dengan pemahaman nan baik, orang tua dapat lebih bijak (mindful) dalam memilih bahan makanan nan sesuai dengan kebutuhan anak sekaligus menyesuaikannya dengan keahlian ekonomi rumah tangga.
Beberapa poin krusial dalam meningkatkan literasi gizi family antara lain:
- Mengenali Sumber Protein Lokal: Memanfaatkan bahan pangan nan mudah ditemukan di pasar tradisional alias lingkungan sekitar.
- Menyusun Menu Kreatif: Mengombinasikan beragam jenis protein nabati dan hewani nan terjangkau.
- Memahami Kebutuhan Anak: Mengetahui porsi protein nan tepat sesuai dengan tahapan usia tumbuh kembang.
Dampak Pilihan Pangan terhadap Kualitas Hidup
Senada dengan perihal tersebut, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), I Dewa Gede Karma Wisana, menyoroti bahwa pilihan makanan dalam rumah tangga mempunyai hubungan langsung terhadap kualitas konsumsi pangan family secara keseluruhan.
Ia mengingatkan bahwa perhatian terhadap kualitas makanan kudu menjadi prioritas agar seluruh personil keluarga, terutama anak-anak, tidak mengalami kekurangan nutrisi nan dapat berakibat pada masa depan mereka. Keputusan shopping nan pandai bakal sangat memengaruhi kecukupan gizi di tingkat rumah tangga.
Catatan Ahli: Edukasi nutrisi sangat diperlukan agar orang tua tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi memahami kegunaan protein dan unsur gizi lainnya dalam mendukung tumbuh kembang bentuk dan kognitif anak.
(Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·