Manfaatkan Gas Domestik, Pengembangan CNG demi Kurangi Impor LPG

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Manfaatkan Gas Domestik, Pengembangan CNG demi Kurangi Impor LPG

Manfaatkan Gas Domestik, Pengembangan CNG demi Kurangi Impor LPG (Foto: PGN)

JAKARTA - Pemerintah tengah membahas pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu pengganti untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG). PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak upaya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyambut positif langkah Kementerian ESDM nan tengah melakukan kajian komprehensif mengenai pemanfaatan CNG sebagai bagian dari bauran daya nasional. 

Bagi PGN Gagas, proses ini menjadi momentum krusial untuk memperluas opsi pemanfaatan daya berbasis gas bumi domestik secara terukur dan berkelanjutan.

Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan menyampaikan bahwa pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkaya pilihan energi, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

“Kami memandang ini bukan soal menggantikan satu daya dengan daya lain, melainkan memperluas pilihan. Masyarakat maupun pelaku upaya memerlukan akses terhadap beragam sumber daya nan andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi daya nan telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara berjenjang sesuai dengan arah kebijakan pemerintah,” ujar Santiaji di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Selama lebih dari satu dekade, PGN Gagas telah menghadirkan CNG sebagai solusi daya untuk segmen industri, komersial, UMKM hingga transportasi. Pada tahun 2025, PGN Gagas menyalurkan sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui jasa CNG dan LNG (Liquefied Natural Gas) untuk beragam segmen tersebut.

Dari sisi infrastruktur, PGN Gagas saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di 7 provinsi, dengan rata-rata pengisian sekitar 2.200 kendaraan per hari untuk jasa Gasku. Sementara itu, jasa Gaslink untuk segmen industri, komersial, dan UMKM telah melayani lebih dari 600 pengguna dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang 2025.

Dengan support akomodasi kompresi gas, armada Gas Transport Module (GTM), serta beragam prasarana pendukung lainnya, PGN Gagas mempunyai fondasi operasional untuk mendukung pengembangan pemanfaatan CNG secara bertahap. Pengembangan ini bakal terus diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan pasar.

Pasokan gas bumi sebagai bahan baku CNG juga terintegrasi dengan jaringan prasarana PGN, sehingga mendukung pemanfaatan sumber daya daya domestik secara optimal.

PGN Gagas menegaskan bahwa kehadiran CNG merupakan bagian dari ekosistem daya nasional nan saling melengkapi. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN Gagas berkomitmen untuk tumbuh bersama, bukan bersaing dengan beragam jenis daya lainnya, sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing segmen pengguna.

“Semakin beragam pilihan daya nan tersedia, semakin kuat ketahanan daya kita sebagai bangsa. CNG datang sebagai salah satu opsi nan melengkapi daya eksisting dalam kerangka bauran daya nasional,” tambah Santiaji.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com