Manfaat Menjadi Super Mover: Jalan Cepat di Usia Tua Kurangi Risiko Demensia

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Jalan Cepat di Usia Tua Kurangi Risiko Demensia Ilustrasi.(Magnific)

MENJADI seorang super mover di usia senja rupanya bukan sekadar soal kebugaran fisik, melainkan juga pelindung utama bagi kesehatan otak. Studi terbaru mengungkapkan bahwa lansia nan bisa melangkah jauh lebih sigap dibandingkan rekan seusianya mempunyai akibat penurunan kognitif nan jauh lebih rendah.

Istilah super mover digunakan oleh para intelektual untuk mendefinisikan laki-laki dan wanita berumur 80 tahun ke atas nan kecepatan berjalannya sehari-hari menyerupai orang di usia 50-an. Studi nan diterbitkan dalam jurnal Neurology pada Juli lampau ini menemukan bahwa golongan ini mempunyai kemungkinan 50% lebih mini untuk mengalami penurunan kognitif.

Kaitan Kecepatan Berjalan dan Kesehatan Otak

Penelitian nan melibatkan nyaris 5.000 lansia ini menunjukkan bahwa jika seorang super mover mulai mengalami masalah dengan daya ingat alias pemikiran, kondisi tersebut condong berkembang jauh lebih lambat dibandingkan mereka nan melangkah lebih lambat. Temuan ini memperluas riset sebelumnya nan mengaitkan kecepatan melangkah dengan umur panjang dan penuaan nan lebih lambat.

"Gagasan bahwa super mover berada pada akibat nan relatif rendah untuk penurunan kognitif sangat masuk akal," ujar Michelle M. Mielke, ketua departemen epidemiologi dan pencegahan di Wake Forest University, nan tidak terlibat dalam studi tersebut.

Joe Verghese, ketua departemen neurologi di Renaissance School of Medicine, Stony Brook University, sekaligus penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa hubungan antara style melangkah nan tidak normal dan akibat gangguan kognitif diketahui selama lebih dari 20 tahun. Namun, studi kali ini konsentrasi pada sisi positifnya: apakah melangkah sigap dapat menjaga pikiran tetap tajam.

Struktur Otak nan Berbeda

Melalui pemindaian otak, para intelektual menemukan perbedaan struktural nan signifikan pada para super mover. Otak mereka mempunyai volume nan lebih besar di bagian hippocampus, nan merupakan pusat memori utama. Secara statistik, mereka 48% lebih mini kemungkinannya untuk mengembangkan gangguan kognitif dalam waktu lima tahun setelah studi dimulai.

Verghese menjelaskan bahwa melangkah di bumi nyata adalah tugas nan memerlukan perhatian terbagi. Otak kudu terus-menerus mengolah input mengenai kontrol motorik, navigasi, permukaan tanah nan tidak rata, hingga keramaian lampau lintas. Aktivitas ini menjadi teka-teki nan merangsang otak seiring bertambahnya usia.

Selain itu, saat otot bekerja, mereka melepaskan unsur biokimia ke dalam darah nan menuju ke otak. Zat ini diketahui dapat memicu proses nan meningkatkan kesehatan dan kegunaan neuron serta sel otak lainnya.

Faktor Gaya Hidup dan Genetik

Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mencatat ada batasan dalam studi ini. Belum dapat dipastikan apakah jalan sigap nan menyebabkan otak sehat ataukah otak nan sehat nan memungkinkan lansia melangkah cepat. Faktor lain seperti nutrisi nan baik, genetik, support sosial, dan tingkat aktivitas bentuk di masa muda juga kemungkinan besar berkedudukan besar.

Alexandra Wennberg, seorang epidemiolog dari Karolinska Institute, menduga bahwa para super mover kemungkinan besar mempunyai riwayat aktif secara bentuk sejak usia muda. Namun, pesan utama dari penelitian ini tetap jelas: tetaplah aktif di usia berapa pun.

Langkah Menjadi Super Mover

Bagi Anda nan mau meningkatkan kecepatan berjalan, Joe Verghese menyarankan beberapa langkah praktis:

  • Jadikan jalan kaki sebagai pintu masuk: Ini adalah olahraga nan paling mudah diakses oleh nyaris semua orang.
  • Konsultasi medis: Bicarakan dengan master jika Anda mempunyai kondisi medis tertentu sebelum memulai rutinitas baru.
  • Tingkatkan intensitas secara bertahap: Mulailah dengan perlahan. Setelah merasa nyaman, cobalah untuk menekan diri sedikit dengan mempercepat langkah dari minggu ke minggu.

"Berjalanlah sedikit lebih sigap dari minggu lalu. Itu mungkin langkah pertama untuk menjadi seorang super mover," pungkas Verghese. (The Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia