Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melibatkan sekitar 3.000 pelaku imajinatif dalam karnaval kendaraan hias pada rangkaian Malam Merdeka memperingati HUT 81 Republik Indonesia, Senin (17/8). Dalam aktivitas tersebut, Kementerian Ekraf juga mendorong penggunaan produk lokal sebagai bagian dari seremoni kemerdekaan.
“Karnaval melibatkan 32 kendaraan hias hasil kreasi kementerian lembaga nan seperti tadi disampaikan dengan beragam hiasan kebudayaan, kreativitas, di situ dan juga menampilkan beragam program pemerintah,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam konvensi pers di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
“Tak kurang dari 3.000 pelaku imajinatif dari beragam subsektor nan terlibat dalam menyukseskan karnaval pada hari ini,” tambahnya.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.50 WIB. Berbagai kendaraan hias dengan beragam hiasan kebudayaan, kreativitas, serta program pemerintah mewarnai karnaval.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, keterlibatan pelaku imajinatif dalam karnaval juga diarahkan untuk mendorong penggunaan produk lokal. Menurut dia, pihaknya mengimbau seluruh pihak nan terlibat untuk menggunakan produk lokal dalam aktivitas tersebut.
“Jadi kelak di karnaval kita mewajibkan untuk mengimbau ya untuk semuanya menggunakan produk lokal dari atas sampai bawah,” kata Irene.
Menurut Irene, dorongan terhadap produk lokal tidak hanya bertindak untuk produk fisik. Kementerian Ekraf juga memberikan ruang bagi intellectual property (IP) lokal dalam rangkaian aktivitas Malam Merdeka.
Irene mengatakan, sejak tahun sebelumnya Kementerian Ekraf telah menghadirkan IP lokal dalam rangkaian aktivitas kemerdekaan.
“Mulai dari tahun lampau juga kita sudah menyuguhkan IP-IP lokal di mana kita selalu mengatakan bukan hanya berbangga-bangga buatan lokal secara bentuk tapi juga digital,” kata Irene.
Dia mengatakan, IP nan ditampilkan tidak hanya karya nan sudah dikenal luas, tetapi juga karya baru nan sedang berkembang.
“IP-IP lokal ini mungkin teman-teman ada nan sudah kenal, ada nan belum kenal, dan hari ini bisa berkenalan kembali. Ada nan lebih dihadirkan, ada nan cukup legend dari Bobo sampai ke nan baru-baru masuk,” ujarnya.
Irene menilai kehadiran IP lokal dalam aktivitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk memberikan ruang bagi karya-karya Indonesia agar dapat berkembang bersama.
“Ini adalah satu corak di mana kita bukan hanya merangkul nan sudah sangat terkenal tapi juga nan baru juga di mana Indonesia Bhinneka Tunggal Ika ada baris sistem nan terjadi sama-sama kita naik bersama,” kata Irene.
Selain mendorong penggunaan produk lokal, keterlibatan ribuan pelaku imajinatif dalam karnaval juga menunjukkan besarnya ekosistem ekonomi imajinatif nan terlibat dalam penyelenggaraan Malam Merdeka.
Melalui keterlibatan pelaku imajinatif dan penggunaan produk lokal tersebut, Kementerian Ekraf menjadikan rangkaian Malam Merdeka tidak hanya sebagai seremoni HUT ke-81 RI, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mendorong karya imajinatif Indonesia.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·