Kesehatan usus memang menjadi salah satu aspek krusial nan memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Tidak hanya berkedudukan dalam sistem pencernaan, usus juga berangkaian dengan daya tahan tubuh hingga kesehatan metabolik.
Ahli gizi dr Rita Ramayulis mengatakan, salah satu perihal nan paling berpengaruh terhadap kesehatan usus adalah pola makan sehari-hari, lantaran di dalam usus terdapat mikrobiota, ialah kumpulan mikroorganisme baik nan membantu menjaga keseimbangan sistem pencernaan.
“Jadi mikrobiota itu bisa memperkuat hidup, bisa memperbanyak diri alias menjalankan fungsinya ketika dia diberi makan, dan makanan itu adalah serat nan berasal dari makanan kita," kata Rita saat berbincang dengan kumparanFOOD, Jumat (15/5).
Menurutnya, serat berfaedah sebagai sumber makanan bagi mikrobiota usus. Saat tubuh mengonsumsi makanan kaya serat, mikrobiota bakal memfermentasi serat tersebut dan menghasilkan masam lemak rantai pendek nan berfaedah bagi kesehatan metabolik, sistem imun, hingga membantu menjaga keseimbangan saluran pencernaan.
"Jadi ketika kita mengonsumsi makanan nan rendah serat maka kehidupan mikrobiota itu bakal terganggu,” jelasnya.
Karena itu, Rita menyarankan untuk mulai menerapkan pola makan nan seimbang demi menjaga kesehatan usus. Menurutnya, protein dan serat menjadi dua nutrisi krusial nan perlu dipenuhi setiap hari.
Protein sendiri dibutuhkan untuk membantu membangun dan memperkuat tembok usus agar dapat bekerja optimal dalam menyerap nutrisi sekaligus melindungi sistem pencernaan. Sementara itu, serat membantu memberi asupan bagi mikrobiota agar dapat berkembang dengan baik di dalam usus.
Selain itu, Rita juga menjelaskan bahwa ada beberapa jenis makanan nan dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama nan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
“Juga makanan nan mengandung zat-zat bahan tambahan pangan nan berlebihan alias zat-zat kimia nan semestinya gak ada di makanan tapi ada di makanan, itu juga bakal merusak organisasi alias koloni dari mikrobiota,” bebernya.
24 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·