Mahmoud Abbas Siapkan Pemilu Palestina yang Lama Tertunda

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbincang selama "KTT untuk Yerusalem" Liga Arab di Kairo, pada 12 Februari 2023. Foto: Ahmad Hassan/AFP

Presiden Palestina Mahmoud Abbas tengah menyiapkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilu parlemen nan telah lama tertunda. Ia menyebut langkah itu sebagai komitmen untuk melanjutkan reformasi di tubuh Otoritas Palestina.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan partai Fatah pada Kamis (14/5). Konferensi selama tiga hari itu bermaksud memilih ketua komite pusat, badan tertinggi di Fatah.

Pertemuan ini merupakan nan pertama digelar dalam satu dasawarsa terakhir. Tertundanya konvensi partai penguasa di dalam tubuh Otoritas Palestina tersebut salah satunya dipicu perang di Gaza.

“Kami memperbarui komitmen penuh untuk melanjutkan penerapan seluruh langkah reformasi nan telah kami janjikan,” kata Abbas dalam pidatonya, seperti dikutip dari Reuters.

Terkait pemilu, Abbas hanya memastikan pemungutan bunyi bakal digelar. Namun, dia belum mengungkap tanggal pasti penyelenggaraan pemilu di Palestina.

Menurut laporan instansi buletin Palestina, WAFA, pada Kamis malam waktu setempat Abbas kembali terpilih secara aklamasi sebagai pemimpin Fatah, termasuk sebagai ketua komite pusat.

Abbas dan Otoritas Palestina mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan sejumlah negara Arab untuk segera menggelar pemilu serta melakukan reformasi. Tekanan itu muncul di tengah rumor korupsi dan kebuntuan politik di tubuh Otoritas Palestina.

Palestina terakhir kali menggelar pemilu pada 2006. Saingan Fatah, Hamas, memenangkan pemilu tersebut secara telak.

Namun, kemenangan Hamas berujung bentrok internal di Palestina. Konflik itu kemudian menyebabkan Fatah terusir dari Gaza nan selanjutnya dikuasai penuh oleh Hamas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan