loading...
Ternyata AI Sudah Ada dari Era Perang Dunia II. Foto/ Daily
TOKYO - Banyak teknologi, seperti AI, realitas virtual, dan komputasi awan, sebenarnya telah meletakkan dasar-dasarnya beberapa dasawarsa sebelum berkembang pesat di era digital saat ini.
Kita sering menganggap perangkat pandai sebagai penemuan baru-baru ini. Namun, sebagian besar teknologi modern adalah hasil kerja banyak generasi sebelumnya. Terkadang, "kebaruan" terletak bukan pada teknologi itu sendiri, tetapi pada penyempurnaan komersial, nan membuatnya lebih luas dan terjangkau bagi konsumen rata-rata.
Berikut adalah beberapa contoh paling mengejutkan dari sejarah panjang teknologi nan kita gunakan setiap hari.
Sulit untuk mengatakan secara pasti kapan kepintaran buatan (AI) pertama kali muncul lantaran idenya sudah cukup lama. Jika kita berbincang tentang awal mula AI modern secara langsung, waktu nan paling mungkin dalam sejarah adalah Perang Dunia II.
Para ahli filsafat terkemuka seperti Alan Turing meletakkan dasar bagi AI modern selama periode ini. Turing terkenal lantaran sukses memecahkan sandi Enigma Jerman, tetapi dia juga menulis banyak makalah tentang AI, dan tentu saja, namanya diabadikan dalam Tes Turing.
Ini adalah tes awal nan diusulkan untuk menilai kapan AI bakal mencapai tingkat kepintaran manusia. Ini berfaedah bahwa apalagi dengan teknologi komputer nan sangat primitif pada saat itu, para cerdas pandai sezaman dengan Turing memprediksi bahwa mesin berpikir suatu hari kelak dapat menyamai dan apalagi melampaui kita.
Dekade 1950-an dan 1960-an merupakan era keemasan kemajuan pesat dalam kepintaran buatan (AI), tetapi metode perangkat lunak dan keterbatasan perangkat keras menghalang perkembangan lebih lanjut, nan menyebabkan "musim dingin AI" nan berjalan dari tahun 1974 hingga 1987.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·