Seorang mahasiswi berinisial WA mengalami kehilangan sepeda motor Honda PCX dan iPhone 13 setelah berjumpa dengan seorang laki-laki nan baru dikenalnya melalui media sosial. Peristiwa itu terjadi di Jalan Tangkul I, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Jumat (31/7).
Menurut pengakuan WA, peralatan berharganya dibawa kabur oleh laki-laki tersebut. Ia juga mengaku sempat dihipnotis sehingga menuruti seluruh permintaan pelaku.
Perkenalan keduanya bermulai melalui IG pada Kamis (30/7). Saat itu, WA mengaku sempat memberikan nomor telepon tiruan kepada laki-laki tersebut. Namun, setelah pelaku meminta nomor telepon aslinya, dia mengaku tanpa sadar memberikannya.
Tak lama kemudian, pelaku menghubungi WA melalui sambungan telepon. Sejak percakapan itu, korban mengaku mulai kehilangan kesadaran atas tindakannya.
"Awal saya kasih nomor tiruan itu tetap sadar, pas dia minta IG saya. Nah di situ saya langsung enggak sadar dan saya langsung kasih nomor original saya. Saya ditelepon lewat suara, saya jawab omongan dia. Saya langsung nurut apa nan dia katakan," kata WA saat dihubungi, Rabu (5/8).
Pelaku kemudian membujuk WA untuk berolahraga di Gedung Olahraga (GOR) Pancing di Kabupaten Deli Serdang. Pelaku saat mengaku sepeda motornya rusak dan meminta dijemput.
Keesokan harinya, WA datang ke GOR Pancing. Namun, pelaku tidak berada di lokasi. Pelaku kemudian meminta korban beranjak letak ke Jalan Cemara. Karena menolak, WA kembali diarahkan untuk menemuinya di area PDAM Tirtanadi, Tuasan.
"Tanpa sadar saya iyain, tapi katanya pakai motor saya. Besok paginya saya sudah di GOR Pancing. Eh, malah dia enggak ada di GOR Pancing dan dia maksa saya buat ke Cemara. Di situ saya enggak mau. Dan mau enggak mau dia nyuruh saya jumpai dia di PDAM Tirtanadi di Tuasan. Alasannya, motor sepupu dia bannya baling dan saya percaya," ujarnya.
Setelah bertemu, pelaku menghubungi korban melalui panggilan video dan memperlihatkan wajahnya. W mengaku saat itu dirinya sudah tidak sadar.
"Ya sudah saya jumpai dia dan saya langsung tunduk sama dia," katanya.
Keduanya kemudian berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban menuju area Marelan dan berkeliling hingga ke Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.
Sesampainya di Jalan Gatot Subroto, pelaku meminta WA membeli air mineral di sebuah kedai. Saat itu, kunci sepeda motor dan iPhone milik korban berada di tangan pelaku.
"Saya enggak sadar jika kunci motor ada sama dia dan handphone saya iPhone 13 ada sama dia," ucap WA.
Korban juga mengatakan pelaku sempat meminjam iPhone miliknya dengan argumen mau menghubungi temannya. Tanpa curiga, WA menyerahkan ponselnya.
Setelah itu, pelaku kembali membujuk korban berkeliling di area perumahan. Tak lama kemudian, pelaku kembali menyuruh korban membeli permen di sebuah warung dan memintanya menunggu di letak tersebut.
"Tanpa sadar, ya sudah saya beli permen dan dibilangnya tunggu di warung itu dulu mau ngantar kunci motor nan Stylo itu. Karena kata temannya kunci motor ada sama dia. Dan saya enggak sadar jika motor sekarang tanpa remot enggak bisa dikendarai," katanya.
Pelaku kemudian tidak kembali. Warga di sekitar letak akhirnya menyadarkan WA bahwa dirinya diduga telah menjadi korban pencurian.
WA mengaku tidak mengingat wajah pelaku. Meski telah memperoleh info mengenai alamat nan diduga tempat tinggal pelaku, dia belum dapat memastikan identitas laki-laki tersebut.
"Saya posisi enggak tahu mukanya. Saya sudah dapat alamat pelaku dari tetangganya. Tapi saya belum mastiin jika itu orangnya, tapi dengan ciri-ciri mirip. Cuma kan saya posisi enggak tahu mukanya. Jadi mau mastiin kayak mau ngejebak si pelaku," ujarnya.
Menurut WA, pelaku diduga tidak bertindak sendirian. Ia menyebut laki-laki tersebut berbareng dua rekannya sebelum akhirnya meminta dirinya datang menjemput.
Akibat kejadian itu, WA kehilangan satu unit sepeda motor Honda PCX, iPhone 13, serta sejumlah arsip nan disimpan di dalam bagasi sepeda motornya.
Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan polisi STTLP/B/3312/VIII/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·