Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Muhammad Yahya Zaini menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pasien nan diduga tidak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal.
Ia meminta peristiwa tersebut menjadi bahan pertimbangan menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan.
"Saya menyatakan ikut bersungkawa cita atas meninggalnya pasien tersebut," kata Yahya dalam keterangannya, Rabu (5/8).
Yahya menegaskan, tenaga kesehatan dan tenaga medis wajib memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa membedakan status pembiayaan, termasuk peserta BPJS Kesehatan.
Menurutnya, lamanya waktu tunggu pasien untuk mendapatkan perawatan mencerminkan buruknya pelayanan rumah sakit terhadap pasien nan memerlukan penanganan cepat.
"Para nakes dan tenaga medis kudu memberikan jasa terbaik kepada setiap pasien, termasuk pasien BPJS Kesehatan. Lamanya pasien menunggu perawatan menunjukkan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut terhadap pasien nan memerlukan pelayanan secara cepat," ujarnya.
Ia juga meminta Kementerian Kesehatan memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan maupun tenaga medis nan tidak menunjukkan empati kepada pasien.
"Kemenkes kudu memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis nan tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan," kata Yahya.
Minta Investigasi Terbuka
Yahya mengaku tetap sering menerima pengaduan masyarakat mengenai dugaan perlakuan berbeda terhadap peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, tetap ada rumah sakit nan memberikan perhatian lebih rendah kepada pasien BPJS.
"Masih sering dijumpai di lapangan pasien BPJS Kesehatan selalu dinomorduakan oleh pihak RS. Banyak rumah sakit nan kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut," ujarnya.
Karena itu, Yahya meminta Kementerian Kesehatan melakukan investigasi secara terbuka terhadap rumah sakit nan diduga tidak memberikan pelayanan secara optimal.
"Kemenkes kudu melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana nan tidak memberikan pelayanan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal lantaran tidak mendapatkan pelayanan nan baik," lanjutnya.
Soroti Pentingnya Etika Tenaga Kesehatan
Selain investigasi, Yahya meminta Kementerian Kesehatan memperkuat edukasi mengenai etika pekerjaan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis. Menurutnya, pelayanan kesehatan kudu dibarengi sikap empati dan penghormatan kepada setiap pasien.
"Kemenkes kudu memberikan edukasi kepada para tenaga kesehatan dan tenaga medis untuk memberikan pelayanan nan terbaik kepada setiap pasien serta berempati terhadap penderitaan nan dialami oleh setiap pasien di rumah sakit. Edukasi mengenai etika menjadi sangat krusial agar tenaga kesehatan dan tenaga medis tidak menyampaikan perkataan nan menyakiti pasien dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.
"Profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis merupakan pekerjaan nan terhormat. Jadi mereka juga kudu punya rasa hormat terhadap setiap pasien di rumah sakit," tegasnya.
Sebelumnya, media sosial Threads diramaikan unggahan seorang pasien BPJS berjulukan Yurizal pada Rabu (22/7). Ia mengaku menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan bilik di sebuah rumah sakit. Unggahan tersebut kemudian dipenuhi komentar bersuara cibiran. Yurizal meninggal bumi pada Jumat (31/7).
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·