Sejumlah akomodasi penunjang tersedia di stasiun-stasiun tersebut, antara lain pos kesehatan, ruang laktasi, drinking fountain, Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), mushola laki-laki dan wanita, serta bangku tunggu di peron.
“Rute Velodrome-Manggarai datang dengan sejumlah akomodasi nan lebih komplit dan mengedepankan aspek hospitality, sehingga masyarakat mendapatkan pengalaman menggunakan transportasi publik nan semakin nyaman,” ujar Iwan.
Untuk mendukung aksesibilitas, setiap stasiun juga dilengkapi dengan lift, eskalator, dan tangga. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, termasuk perempuan, anak, serta masyarakat nan memerlukan akses transportasi publik nan lebih inklusif.
Menurut Iwan, selain akomodasi untuk pengguna, terdapat penyempurnaan pada penataan akomodasi operasional perkeretaapian. Pada rute Velodrome-Manggarai, ruang akomodasi operasional ditempatkan di dalam area stasiun.
Dengan penataan tersebut, nantinya peralatan dan akomodasi penunjang operasional nan sebelumnya berada di median jalan tidak lagi menggunakan ruang tersebut. Area median di sepanjang jalur Velodrome-Manggarai selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk menambah penghijauan.
Iwan bilang bahwa pengembangan LRT Jakarta tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga kenyamanan pengguna dan aspek lingkungan.
“Sekali lagi kami berkomitmen agar pengguna dapat menikmati perjalanan nan lebih nyaman menggunakan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai,” ucap dia.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·