Jakarta -
LRT Jabodebek mendorong mengambil transportasi publik nan ramah lingkungan. Salah satu upaya nan dilakukan adalah melibatkan masyarakat untuk beranjak ke pikulan umum berbasis daya listrik untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di jalan raya.
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, mengatakan pihaknya terus mengembangkan penggunaan daya pengganti di lingkungan operasional LRT Jabodebek. Salah satunya melalui pemanfaatan tenaga surya.
"Kami bakal terus meningkatkan daya pengganti nan menggunakan solar, misalkan seperti solar cell," ungkap Suryawan di Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Selain itu, LRT Jabodebek juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai transportasi hijau. Edukasi dilakukan sejak dini, termasuk dengan mengenalkan pikulan perkotaan berbasis daya listrik kepada anak-anak sekolah.
"Dari anak sekolah kita kenalkan sejak awal tentang makna pikulan urban nan menggunakan daya listrik, daya hijau. Kemudian juga kita bekerja-sama dengan semua unsur, stakeholder semua, untuk bisa memanfaatkan LRT Jabodebek untuk semakin baik," ujarnya.
Kolaborasi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, dia berambisi semakin banyak publik nan beranjak ke transportasi ramah lingkungan.
"Sehingga semakin banyak orang nan beranjak dan menggunakan LRT Jabodebek. Harapannya demikian sehingga kita bisa mengurangi kemacetan di jalan raya," pungkasnya. (ahi/hns)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·