Jakarta -
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengganggu penerbangan. Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agustinus Budi Hartono mengatakan sampai saat ini penerbangan ke wilayah tersebut tetap tergantung kondisi.
Jika pesawat sudah terlanjur terbang, maka bisa putar kembali alias mendarat di airport terdekat.
"Kalau dia sudah terbang, dia pasti take off. Kalau dia sudah terbang nggak bisa masuk, dia punya kalkulasi ke airport lain alias balik. Masih begitu," kata dia di area Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti di Pontianak, airport tutup lantaran terdampak asap karhutla, maka tidak ada pesawat nan terbang ke sana, alias jika sudah terbang, bakal dicarikan pengganti untuk mendarat. Ia bilang, intinya penerbangan ke arah Kalimantan dan sekitarnya tetap terus memandang kondisi terkini.
"Kalau memang bisa masuk, airline bakal masuk, tapi jika nggak, ya dia juga bakal tidak berani untuk memaksakan dirinya untuk mendarat ataupun untuk take off. Risikonya juga ada," jelasnnya.
Dalam catatan detikcom, karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan tetap terjadi. Seperti dikutip dari detikKalimantan, sisa karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) dari perkiraan 802,17 hektare lahan nan terbakar, 429,90 hektare telah dipadamkan, sehingga tetap ada sekitar 372,27 hektare nan kudu ditangani.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi darat menjadi tumpuan utama untuk menuntaskan sisa kebakaran tersebut. Menurutnya, hasil pemadaman Satgas Darat sejauh ini cukup signifikan.
"Satgas Darat sukses memadamkan nan luas. Sisa kebakaran hari ini jika tidak ada kebakaran nan baru, dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai," kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Pontianak, Jumat (4/9/2026) malam.
Suharyanto menjelaskan tantangan terbesar berada di lahan gambut. Api dan bara dapat memperkuat di bawah permukaan sehingga pemadaman tidak cukup hanya mengandalkan water bombing dari udara. Karena itu, pasukan di darat diperkuat untuk memastikan titik api hingga bara di dalam lahan betul-betul padam.
"Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama," tegasnya.
(ada/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·