Jakarta -
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat perannya sebagai instrumen pembiayaan resmi pemerintah untuk pengembangan koperasi di Indonesia khususnya di sektor riil. Upaya tersebut diwujudkan melalui aktivitas jumpa mitra nan diikuti oleh 36 koperasi sektor riil dari beragam wilayah di Indonesia.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi, LPDB Koperasi diberikan tugas untuk penguatan permodalan koperasi, termasuk didalamnya koperasi sektor riil, melalui biaya bergulir dengan skema pembiayaan konvensional dan syariah nan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi.
Para pengurus koperasi datang langsung ke Kantor LPDB Koperasi di Jakarta untuk memperoleh pemahaman nan mengenai sistem pengajuan, proses analisa dan sampai dengan pencairan, termasuk dalam perihal pengelolaan pembiayaan biaya bergulir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan ini dirancang agar calon mitra LPDB mendapatkan info nan komprehensif mengenai tahapan proses pembiayaan di LPDB Koperasi.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto mengatakan aktivitas ini adalah tindak lanjut atas masukan dari stakeholder agar LPDB lebih intens dalam pengenalan akses pembiayaan, untuk memperkuat koperasi khususnya terhadap koperasi sektor riil, sebagai pilar ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"LPDB Koperasi datang agar koperasi mempunyai akses pembiayaan nan mudah, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usahanya. Melalui Temu Mitra ini diharapkan para pengurus koperasi nan datang dapat mengetahui dan memandang langsung bahwa proses pengajuan biaya bergulir di LPDB Koperasi dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Sehingga koperasi semakin percaya dan tidak ada keraguan untuk memanfaatkan saluran pembiayaan resmi nan disediakan pemerintah," ujar Krisdianto dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Dalam aktivitas tersebut, para tamu undangan peserta jumpa mitra tidak hanya mengikuti sesi sosialisasi, tetapi juga diajak menjelajahi setiap bagian dari proses kerja di LPDB (office tour), ialah ke semua unit kerja di LPDB Koperasi.
Dengan demikian diharapkan para peserta jumpa mitra dapat memandang secara langsung gimana proses pengajuan pinjaman alias pembiayaan biaya bergulir diproses dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan nan baik (Good Corporate Governance/GCG).
LPDB Koperasi secara konsisten menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan biaya bergulir tidak dipungut biaya apapun (gratis).
Selain itu, pengajuan pembiayaan semuanya dilakukan secara digital/paperless melalui e-Proposal, dan calon mitra LPDB dapat memantau perkembangan pengajuan secara real-time melalui dashboard nan ada dalam aplikasi LPDB nan bisa diakses pemohon pinjaman dimanapun berada.
Menurut Krisdianto, sistem digitalisasi ini krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan LPDB kepada koperasi di seluruh Indonesia.
Selain meningkatkan awareness LPDB di mata koperasi, Temu Mitra ini juga untuk mendukung pencapaian sasaran penyaluran biaya bergulir pada tahun 2026, khususnya di portofolio koperasi sektor riil sesuai pengarahan pimpinan.
Adapun aktivitas jumpa mitra ini bakal dilakukan dalam beberapa kesempatan kedepan untuk menjaring potensi perkembangan pasar koperasi sektor riil.
(anl/ega)
35 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·