Lonjakan Harga Pertamax Picu Migrasi Konsumen ke Pertalite di Depok

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Lonjakan Harga Pertamax Picu Migrasi Konsumen ke Pertalite di Depok Antrean panjang roda dua dan empat pada salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Depok.(MI/Kisar Rajagukguk)

PENGGUNA kendaraan di Kota Depok, Jawa Barat, mulai beranjak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Langkah ini diambil menyusul kebijakan Pertamina Patra Niaga nan meningkatkan nilai BBM nonsubsidi Pertamax secara signifikan pada Rabu (10/6).

Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Depok. Berdasarkan pantauan di SPBU Jalan Margonda Raya, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, antrean masyarakat tampak mengular di jalur Pertalite. Sebaliknya, jalur Pertamax terlihat lengang apalagi condong kosong tanpa pembeli.

Masyarakat rela mengantre lama demi mendapatkan BBM subsidi nan dibanderol Rp10.000 per liter, demi menyiasati lonjakan nilai BBM nonsubsidi.

Keluhan Konsumen: Harga Melambung Tinggi

Rifai, 24, salah seorang konsumen, mengaku sangat terdampak oleh kenaikan nilai ini. Meski kendaraannya direkomendasikan menggunakan RON 92, dia terpaksa beranjak ke Pertalite lantaran beban ekonomi.

"Motor saya ini semestinya pakai RON 92 Pertamax, tapi harganya sekarang sangat tinggi. Saya terpaksa beranjak ke Pertalite meski ada akibat pada mesin dalam jangka panjang," ujar Rifai di lokasi.

Senada dengan Rifai, Lucy, 54, seorang pekerja swasta, juga memilih beranjak ke Pertalite. Ia berambisi pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, lebih memperhatikan daya beli masyarakat agar tidak semakin tercekik oleh kenaikan nilai energi.

"Hidup sudah susah, jangan ditambah dengan kenaikan BBM lagi. Kenaikan ini juga terkesan mendadak tanpa sosialisasi nan memadai ke masyarakat," keluh Lucy.

Dampak Ekonomi: Kenaikan nilai BBM nonsubsidi dikhawatirkan bakal memengaruhi biaya pengedaran peralatan dan jasa, nan pada akhirnya memicu kenaikan nilai kebutuhan pokok lainnya.

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina

Berdasarkan daftar nilai terbaru nan bertindak di seluruh SPBU Pertamina per 10 Juni 2026, berikut adalah rincian penyesuaian harga:

Jenis BBM Harga Lama Harga Baru (Mata Uang Rupiah)
Pertamax (RON 92) Rp12.300 Rp16.250
Pertamax Green 95 Rp12.900 Rp17.000
Pertamax Turbo - Rp20.750
Dexlite - Rp23.000
Pertamina Dex - Rp24.800

Sementara itu, nilai BBM subsidi dan penugasan tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual seharga Rp10.000 per liter dan Solar subsidi tetap di nomor Rp6.800 per liter. (KG/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia