Interport melalui anak usahanya, Interport Dirandra Syandana (INDIS), mengoperasikan armada baru berjenis multipurpose vessel berjulukan Interport Sandikala VII.(Dok. Interport Dirandra Syandana)
KEBUTUHAN logistik untuk mendukung operasional sektor pertambangan, minyak dan gas (migas), konstruksi, serta beragam proyek strategis di wilayah terpencil terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas industri di beragam daerah. Tantangan akses menuju area hulu dan keterbatasan prasarana pelabuhan mendorong kebutuhan armada nan bisa beraksi secara elastis di wilayah nan susah dijangkau kapal konvensional.
Menjawab kebutuhan tersebut, Interport melalui anak usahanya, Interport Dirandra Syandana (INDIS), mengoperasikan armada baru berjenis multipurpose vessel berjulukan Interport Sandikala VII. Kapal berbendera Indonesia tersebut telah menjalani pelayaran perdananya (maiden voyage) dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Balikpapan dengan perkiraan waktu tempuh sekitar empat hari.
Interport Sandikala VII merupakan kapal multipurpose pertama nan dimiliki INDIS. Kehadiran armada ini diharapkan dapat menjadi solusi logistik strategis untuk menjawab tantangan pengedaran kargo di wilayah perairan Nusantara nan mempunyai karakter geografis dan prasarana nan beragam.
Direktur Interport Dirandra Syandana (INDIS) Yusuf Indrawarman mengatakan pelayaran perdana armada tersebut menjadi langkah krusial perusahaan dalam memperkuat jasa logistik, terutama bagi sektor industri nan beraksi di wilayah dengan keterbatasan akses.
"Pelayaran perdana Interport Sandikala VII menjadi momen nan membanggakan bagi kami. Kapal ini datang untuk menjawab kebutuhan operasional di wilayah nan susah dijangkau, khususnya bagi industri pertambangan nan memerlukan solusi logistik nan lebih elastis dan andal," ujar Yusuf dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6).
Dengan kapabilitas 1.400 DWT (Deadweight Tonnage), kapal tersebut menawarkan elastisitas pengangkutan beragam jenis muatan. Jika difungsikan sepenuhnya untuk kontainer, Interport Sandikala VII bisa mengangkut hingga 107 TEUs. Sementara andaikan digunakan untuk muatan breakbulk, kapabilitas angkutnya mencapai sekitar 1.200 ton.
Armada tersebut juga telah mengantongi sertifikasi kepantasan teknis nan diterbitkan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) alias BKI sebagai agunan pemenuhan standar keselamatan dan kepantasan operasional kapal.
Salah satu kelebihan utama Interport Sandikala VII terletak pada desainnya nan dirancang unik untuk menjangkau wilayah pedalaman dan area dengan keterbatasan prasarana pelabuhan. Kapal mempunyai panjang keseluruhan (length overall/LOA) 67,2 meter dengan water draft hanya 3,2 meter, sehingga dinilai ideal untuk beraksi di sungai maupun perairan dangkal nan mempunyai keterbatasan lebar alur dan kedalaman air.
Karakteristik tersebut membikin kapal bisa menjangkau beragam area nan selama ini susah dilayani kapal kargo berukuran besar, termasuk wilayah operasional perusahaan pertambangan, migas, dan proyek-proyek pembangunan di wilayah terpencil.
Untuk mendukung aktivitas bongkar muat secara berdikari di pelabuhan perintis maupun area remote, kapal ini dilengkapi marine crane Liebherr dengan kapabilitas angkat maksimal 40 ton. Selain itu, Interport Sandikala VII juga menggunakan sistem penggerak azimuth thruster nan memungkinkan keahlian manuver lebih baik saat berlayar di perairan sempit maupun ketika melakukan proses sandar.
Kombinasi kapabilitas angkut nan besar, dimensi kapal nan relatif kompak, serta keahlian bongkar muat berdikari menjadikan armada tersebut dinilai kompetitif untuk mendukung rantai pasok beragam sektor industri. Selain pertambangan dan migas, kapal ini juga diproyeksikan melayani kebutuhan logistik sektor bangunan dan beragam proyek strategis lainnya nan berada di wilayah hulu maupun wilayah dengan akomodasi pelabuhan nan terbatas.
Kehadiran Interport Sandikala VII juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas maritim nasional dan mendukung pengedaran logistik ke kawasan-kawasan nan selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas. Melalui armada baru tersebut, Interport berambisi dapat menghadirkan jasa logistik nan lebih fleksibel, aman, dan efisien bagi beragam sektor industri sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok nasional. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·