
Timnas Indonesia U-17 siap hadapi Piala Asia U-17 2026. (Foto: PSSI)
JEDDAH – Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026 langsung ditantang tim kuat, ialah China U-17, dalam laga pembuka Grup B nan bakal digelar di King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah. Pertandingan krusial ini jelas menjadi laga nan wajib dimenangkan demi menjaga asa lolos fase grup.
Tak heran demi maksimal di Piala Asia U-17 2026, skuad didikan Kurniawan Dwi Yulianto baru saja merampungkan laga uji coba terakhir melawan tuan rumah Arab Saudi pada Selasa 28 April 2026. Meski kudu menyerah dengan skor tipis 1-2, laga tersebut menjadi bagian dari strategi besar Kurniawan dalam mematangkan strategi sebelum berkompetisi di grup neraka nan juga dihuni oleh Jepang dan Qatar.
1. Siap Bangkit
Menghadapi China di laga perdana bukanlah perkara mudah bagi Timnsa Indonesia U-17. Pasalnya, sepanjang tahun 2026, kedua tim sudah berjumpa dua kali dalam laga persahabatan di Tangerang dengan hasil nan kurang memihak Merah-Putih.
Timnas Indonesia U-17 sempat dicukur 0-7 sebelum akhirnya bisa memberikan perlawanan meski tetap kalah tipis 2-3 pada pertemuan kedua. Namun, kondisi skuad saat ini telah berubah.
Di tengah berita absennya penyerang jagoan Mierza Firjatullah akibat cedera, Kurniawan Dwi Yulianto mendapatkan suntikan tenaga berbobot dengan hadirnya tiga pemain diaspora. Mereka adalah Mathew Baker (Melbourne City FC), Mike Rajasa (FC Utrecht), dan Noha Pohan (NAC Breda).
Mike Rajasa, sang penjaga gawang Utrecht, diharapkan kembali menunjukkan kegemilangannya seperti saat membawa Indonesia menang atas Honduras di Piala Dunia U-17 tahun lalu. Sementara itu, Mathew Baker bakal menjadi pilar krusial di lini belakang untuk meredam agresivitas penyerang China.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·