Lewis Hamilton(AFP/ANDREJ ISAKOVIC )
LEWIS Hamilton mengungkapkan bahwa dirinya kudu membangun kembali mentalitasnya demi bisa meraih kemenangan Grand Prix pertamanya berbareng Ferrari di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol.
Pembalap berumur 41 tahun nan berasosiasi dengan Scuderia pada musim lampau tersebut akhirnya kembali naik ke podium tertinggi setelah berpuasa kemenangan selama nyaris dua tahun.
Kemenangan emosional itu sekaligus memutus tren negatif dan menutup keraguan nan sempat membayangi langkahnya.
Hamilton menyatakan bahwa dirinya kudu menutup rapat-rapat segala keraguan dan perihal negatif demi bisa kembali masuk dalam persaingan perebutan gelar juara dunia. Saat ini, dia tetap tertinggal 41 poin dari pembalap remaja sensasional milik Mercedes, Kimi Antonelli.
"Satu perihal nan saya tahu adalah jangan pernah mempertanyakan diri sendiri, jangan pernah meragukan diri sendiri, Anda kudu terus percaya pada diri sendiri hingga ke lubuk hati nan terdalam. Hal-hal itulah nan sukses saya terapkan kembali ke dalam mentalitas saya. Dan saya telah membangun kembali pikiran saya hingga titik ini, untuk mengembalikan diri saya ke posisi semula," ujar Hamilton dikutip dari AFP.
Meskipun sempat mengalami masa-masa susah pada musim pertamanya berbareng Ferrari, Hamilton menegaskan tidak pernah kehilangan kepercayaan bahwa kepindahannya ke tim asal Italia tersebut adalah langkah nan tepat. Ia sangat memercayai keputusan tersebut dan meyakini apa nan bisa dicapai berbareng tim barunya.
"Saya tahu ini dimulai dengan banyak kegembiraan dan kemudian banyak keraguan serta banyak perihal negatif nan mengikuti sepanjang tahun. Saya betul-betul merasa bahwa para fans saya betul-betul menyelamatkan saya tahun lalu," jelasnya.
Juara bumi tujuh kali itu mengakui sempat ada momen ketika keraguan tersebut mulai memengaruhi dirinya secara mendalam. Namun, dia sukses keluar dari situasi tersebut dengan menjauhkan diri dari kebisingan luar dan berlatih jauh lebih keras sejak libur akhir tahun.
Kemenangan perdana Hamilton berbareng Ferrari di Barcelona ini sekaligus menyamai catatan legendaris Michael Schumacher nan juga meraih kemenangan pertamanya untuk Ferrari di sirkuit nan sama pada tahun 1996 silam.
"Berada di dalam seragam merah itu, berdiri di posisi pertama, di depan kru nan luar biasa, itu betul-betul menakjubkan untuk disaksikan dan dilihat. Saya nyaris pingsan, jantung saya meledak oleh kegembiraan," kata Hamilton. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·